Jembatan di Jalan Provinsi Sulteng yang Melintasi Siuna Banggai Terancam Ambruk, Dampak Investasi Tambang Nikel Kian Disorot

BANGGAINEWS.COM- Aktivitas perusahaan tambang nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tidak henti-hentinya menuai sorotan tajam.
Selain dituding memicu kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis di masa depan.

Dampak yang kini terasa langsung oleh masyarakat semakin nyata. Di mana sejumlah infrastruktur vital di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Beberapa unit jembatan di ruas jalan provinsi yang melintasi Desa Siuna bahkan terancam roboh.
Kondisi ini salah satunya diduga kuat akibat makin banyaknya kendaraan-kendaraan perusahaan yang turut menggunakan jalan umum di desa setempat. Termasuk kendaraan berat, seperti truk pengangkut dan alat berat.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jalan yang kian parah. Tetapi juga pada struktur jembatan yang mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan daya tahan. Apalagi ketika musim hujan, jembatan kerap menjadi titik genangan air.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengganggu arus lalu lintas hingga memicu kecelakaan.
“Ini sangat memprihatinkan. Jembatan sudah mulai rusak parah, sementara makin banyak kendaraan perusahaan yang melintas. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bisa membahayakan lebih banyak masyarakat sebagai pengguna jalan umum yang mestinya lebih diutamakan,” ujar Septiansa, salah seorang pengguna jalan yang berpapasan dengan awak media usai bersilaturahmi pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (23/03/2026) malam kemarin.
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif di tingkat Provinsi Sulteng yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan tersebut.
“Seolah-olah tidak ada keseriusan. Padahal dampaknya sudah jelas, baik terhadap lingkungan maupun infrastruktur yang digunakan masyarakat umum,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, sekaligus mengambil langkah tegas untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, termasuk perbaikan infrastruktur yang terdampak.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin kerusakan yang terjadi akan semakin meluas dan mengancam keselamatan warga serta kelancaran distribusi barang dan jasa khususnya di wilayah lingkar kepala burung Kabupaten Banggai.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
