Lumba-lumba Tukaran Akses Jalan ke Toipan yang Dialih Status Provinsi Menjadi Kabupaten Banggai Rusak Parah

BANGGAINEWS.COM- Kondisi jalan menanjak Lumba-lumba di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, kini kian memprihatinkan.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 5 hingga 6 kilometer yang sebelumnya berstatus Jalan Provinsi dan telah dialihkan menjadi Jalan Kabupaten Banggai tersebut, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Padahal ruas Lumba-lumba merupakan bagian dari tukaran akses jalan tembus menuju Desa Toipan, Kecamatan Pagimana.
Saat masih berstatus sebagai Jalan Kabupaten, jalur Toipan sempat dilakukan peningkatan dan menyisakan sekitar satu kilometer yang belum teraspal hotmix.
Ironisnya ketika ruas Lumba-lumba masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), kondisi jalan justru terkesan luput dari perhatian.
Hingga kini setelah statusnya resmi dialihkan ke Kabupaten Banggai, kerusakan jalan semakin terlihat dan menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan.
Jalan Lumba-lumba sendiri merupakan akses terpendek yang menghubungkan wilayah “kepala burung”, seperti Kecamatan Bualemo dan sekitarnya menuju pusat Kota Luwuk.
Tingginya intensitas kendaraan yang melintas tidak diimbangi dengan kondisi infrastruktur yang memadai.
Hasil penelusuran awak media ini setiap pekannya di lapangan, menunjukkan banyak titik jalan berlubang dengan badan jalan yang terbilang sempit.
Kondisi tersebut dinilai sangat rawan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Kondisi jalan rusak parah terdapat pula di Jalan Provinsi dari persimpangan Lumba-lumba hingga wilayah Desa Siuna, Kecamatan Pagimana.
Pasalnya makin banyak kendaraan perusahaan tambang nikel yang melakukan aktivitas hauling dengan melintasi jalan umum.
Seperti diketahui, perbaikan menyeluruh ruas jalan Lumba-lumba baru direncanakan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 ini.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memberikan perhatian lebih serius, termasuk langkah penanganan sementara, demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga yang bergantung pada akses jalan terpendek tersebut.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
