SKK Migas–JOB Tomori dan Media Banggai Kunjungi Suara Merdeka Semarang, Bahas Strategi Media Eksis hingga Ketahanan Energi dan Pangan

BANGGAINEWS.COM— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) bersama JOB Tomori dan sejumlah perwakilan media dari Kabupaten Banggai melakukan kunjungan bersama ke gedung Suara Merdeka Menara di Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (02/04/2026).
Tujuannya antara lain dalam rangka memperkuat sinergi serta berbagi wawasan terkait pengelolaan media. Sekaligus memperkenalkan terkait industri migas. Di mana JOB Tomori sebagai salah satu perusahaan hulu Migas yang beroperasi di daerah Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kegiatan diawali dengan sambutan Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Merdeka, Agus Toto, yang memperkenalkan jajaran redaksi. Ia menyebutkan bahwa salah satu sosok senior di redaksi adalah Bambang, yang telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade.
Selain itu, hadir pula Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Suara Merdeka, Rukardi yang dikenal sebagai penulis sejarah Kota Semarang.
Agus Toto menjelaskan, Suara Merdeka saat ini memiliki sekitar 20 personel yang berbasis di Semarang, serta jaringan kontributor di berbagai kabupaten/kota di Jateng. Ia juga mengungkapkan adanya transformasi signifikan dalam produk media.
“Dari sebelumnya kami mencapai 80 halaman, kini tersisa empat halaman cetak sebagai bagian dari penyesuaian ke era digital. Selain itu pun kami sudah punya media e-Paper,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWI Jateng, Iwan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Redaksi Suara Merdeka.
Dalam kesempatan itu, Visnu Cekti Bhawono selaku Relation Security Comdev Manager JOB Tomori di antaranya menyampaikan tujuan kegiatan sebagai bagian dari program rutin SKK Migas bersama JOB Tomori, termasuk insan pers sebagai media mitra.
Ia menjelaskan, bahwa JOB Tomori telah beroperasi sejak 1997 di Lapangan Tiaka sebagai penghasil minyak, kemudian beralih ke produksi gas sejak 2015 hingga saat ini.
Menurutnya, Kabupaten Banggai memiliki potensi gas yang besar dan menjadi salah satu penopang produksi energi nasional. Meskipun ia mengakui, bahwa produksi saat ini masih belum memenuhi kebutuhan nasional.
“Target produksi nasional pada 2030 mencapai satu juta barel per hari, sementara saat ini masih sekitar 610 ribu barel per hari. Di sisi lain, kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari. Sehingga Indonesia masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan energi,” jelas Visnu, yang turut dibenarkan Perwakilan SKK Migas Wilayah Kerja Kalimantan Sulawesi (KalSul), Ari Bagus Pratomo didamoingi Mutiara.
Ia menambahkan, pihaknya sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus berupaya mencari sumber energi baru serta mengoptimalkan produksi guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, perwakilan SKK Migas Mutiara menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan Suara Merdeka sebagai media daerah yang mampu bertransformasi secara signifikan di era digital. Sehingga mampu terus berkembang maju.
“Kami ingin belajar dan berbagi pengalaman. Mohon dishare terutama terkait strategi pengembangan media, termasuk kemungkinan strategi pengembangan usaha di luar bisnis inti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh Talibu, yang berharap adanya transfer pengetahuan agar media lokal di Banggai dapat terus eksis dan berkembang di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Menanggapi hal tersebut, Rukardi sebagai Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Suara Merdeka Semarang menekankan, pentingnya penentuan posisi (positioning) dalam pengelolaan media. Menurutnya, kekuatan konten lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan Suara Merdeka.
“Kami sangat menjaga konten lokal, bahkan satu isu bisa kami tindak lanjuti hingga satu bulan penuh sampai tuntas,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan industri media yang terus berubah, mulai dari peralihan ke digital hingga munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Perkembangan media sangat dinamis. Setelah beradaptasi dengan digital, kini muncul lagi era AI. Kami sedang menjajaki peluang bisnis baru dengan lebih mendekatkan diri kepada kebutuhan pembaca, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda). Kami siapkan pemberitaan memanfaatkan teknologi AI. Namun tetap lebih mengedepankan validasi informasi,” pungkas Wapemred Rukardi menjawab beberapa pertanyaan beberapa insan pers Kabupaten Banggai saat mengikuti kunjungan ke kantor mereka, Kamis siang tadi.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
