Alumnus Berprestasi, Bupati Banggai Amirudin Terima Penghargaan Rektor UMI Makassar: Pemimpin Intelektual Berakar Kuat Nilai-nilai Keislaman

BANGGAINEWS.COM- Ruang Auditorium Al-Jibra Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendadak gemuruh oleh tepuk tangan pada Selasa (23/6/2026).
Di tengah kekhidmatan perayaan Milad ke-72 UMI, seorang pria dengan senyum bersahaja melangkah maju.
Ia adalah Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., AIFO Bupati Banggai yang hari itu datang bukan sekadar sebagai pejabat daerah, melainkan sebagai seorang anak yang kembali ke rumah akademisnya.
Perayaan milad kali ini mengusung visi besar: “UMI Unggul: Menakar Potensi, Menguatkan Inovasi, dan Mewujudkan Kampus Islami Berkelas Dunia”.
Namun, bagi UMI, kelas dunia tidak melulu soal megahnya fasilitas, melainkan tentang kualitas manusia yang dilahirkannya. Dan Amirudin adalah salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut.
Menanam Benih di Masa Lalu, Menuai Berkah di Masa Depan
Mundur ke belakang pada tahun 1995, Amirudin muda menapakkan kakinya di kampus ini sebagai mahasiswa Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian.
Siapa yang menyangka, mahasiswa yang dahulu bergelut dengan ilmu tanah dan tanaman itu kini tumbuh menjadi sosok pemimpin yang menakhodai Kabupaten Banggai.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan rekam jejaknya, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menganugerahkan penghargaan tertinggi berupa Pin Emas kepada Bupati Amirudin sebagai alumnus berprestasi.
Didampingi oleh sejumlah tokoh alumnus lainnya, momen penyematan tersebut menjadi simbol bertemunya masa lalu yang penuh perjuangan dengan masa depan yang penuh pengabdian.
Saat menerima pin emas tersebut, gurat kebahagiaan sekaligus rasa rendah hati terpancar dari wajah Amirudin.
Bagi sang Bupati, penghargaan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar simbol logam mulia.
“Pin emas ini saya dedikasikan untuk UMI dan masyarakat Banggai. Ini menjadi semangat agar kami bekerja lebih keras dalam membangun SDM unggul dari Timur,” ucap Bupati Amirudin dengan nada penuh penegasan.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini sejatinya bukan milik pribadinya sendiri, melainkan sebuah persembahan untuk almamater tercinta yang telah membentuk karakternya, keluarga yang terus mendoakan, serta seluruh masyarakat Kabupaten Banggai yang telah memercayakan amanah kepemimpinan kepadanya.
Lebih dari Sekadar Angka: Membangun Peradaban Islami
Di sisi lain, Milad ke-72 ini juga menjadi panggung refleksi bagi UMI Makassar.
Dalam laporan tahunannya, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib mengingatkan bahwa bertambahnya usia kampus bukan sekadar seremoni angka, melainkan momentum untuk mengukur sejauh mana kampus ini mampu bertahan dan beradaptasi di tengah derasnya arus modernisasi.
“UMI tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga membangun peradaban. Sejak tahun 2025 kami menerapkan absensi berbasis ibadah, larangan gratifikasi dalam bentuk apa pun, hingga pedoman pemanfaatan AI,” tutur Prof. Hambali.
Menurutnya, UMI sedang bergerak menuju paradigma baru: sebuah lingkungan di mana kedisiplinan tidak lagi lahir karena takut pada pengawasan manusia atau sistem, melainkan tumbuh dari kesadaran bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah.
Kampus, di mata UMI, harus menjadi ladang yang menumbuhkan keberkahan bagi siapa saja yang bernaung di bawahnya.
Hari itu, di bawah atap Auditorium Al-Jibra, UMI Makassar tidak hanya merayakan hari jadinya yang ke-72. Melalui kisah sukses Bupati Amirudin dan visi besar sang Rektor, kampus hijau ini kembali menegaskan perannya kepada Indonesia bahwa dari rahim UMI, akan terus lahir para pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.
(*)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
