NEWSOPINI

Menatap Masa Depan Lelean Nono Tolitoli: Politik Gagasan di Pesta Demokrasi Desa

Para calon Kepala Desa Lelean Nono, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Foto: Istimewa

MENJELANG Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Lelean Nono, atmosfer politik mulai menghangat. Sebagai salah satu desa strategis di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Lelean Nono bukan sekadar titik di peta, melainkan rumah bagi harapan besar warganya.

Pilkades sering kali disebut sebagai pesta demokrasi paling murni. Di sini, nyaris tidak ada jarak antara konstituen dan calon pemimpin. Calon kepala desa adalah tetangga, kerabat, atau sosok yang kerap kita temui di pasar. Namun, kedekatan ini kerap menjadi pisau bermata dua: terjebak antara memilih berdasarkan kualitas atau sekadar balas budi.

Warga Lelean Nono hari ini harus lebih cerdas dan tidak mudah terbuai janji manis kampanye. Tantangan desa ke depan tidaklah mudah. Pengelolaan Dana Desa yang transparan, pengembangan ekonomi lokal, hingga perbaikan infrastruktur jalan dan drainase memerlukan pemimpin yang berhati dingin dan bervisi jangka panjang.

BACA JUGA:   Demam Piala Dunia 2026 di Banggai, Bupati Amirudin Pilih Prancis Jadi Juara dengan Ini Alasan Rasionalnya!

Siapa pun yang terpilih nanti, ia bukan lagi “Raja Kecil” di desa, melainkan seorang CEO bagi kemajuan warga. Ia harus mampu mengubah potensi geografis Lelean Nono yang strategis menjadi pundi-pundi kesejahteraan bagi masyarakat bawah.

Penyakit musiman dalam Pilkades adalah keretakan hubungan antar keluarga akibat perbedaan pilihan. Kita harus selalu ingat: Pilkades hanya berlangsung satu hari, tetapi bertetangga itu selamanya.

Oleh karena itu, warga Lelean Nono perlu mengedepankan politik gagasan. Jangan sampai suara kita “dibeli” oleh insentif sesaat yang habis dalam sehari. Kita sedang memilih nakhoda untuk delapan tahun ke depan. Jika salah memilih nakhoda, seluruh penumpang di kapal Lelean Nono yang akan menanggung akibatnya.

BACA JUGA:   DPRD Banggai Dorong Penataan Total Pasar Simpong demi Tertib dan Dongkrak PAD

Desa Lelean Nono butuh lompatan baru. Kita memerlukan pemimpin yang memghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara nyata, bukan sekadar menjadi papan nama. Kemudian terbuka terhadap digitalisasi demi mempermudah pelayanan administrasi warga. Serta memberikan ruang bagi anak muda desa agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Untuk para calon, jabatan adalah amanah yang berat. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan memicu perpecahan. Tunjukkan bahwa kecintaan kalian pada Lelean Nono jauh lebih besar daripada syahwat kekuasaan.

BACA JUGA:   Langkah Kecil Aqila untuk Keluarga, Siswi SDN di Banggai Berkeliling Jual Pisang Goreng Demi Bantu Orang Tua

Pilkades mendatang adalah momentum bagi warga Desa Lelean Nono untuk menentukan arah masa depan. Mari gunakan hak pilih dengan hati nurani dan akal sehat.

Pada akhirnya, kemajuan Lelean Nono bukan hanya bertumpu di tangan kepala desa yang baru, melainkan di tangan kita semua warga yang berani bergerak dan menuntut perubahan ke arah yang lebih baik.

Selamat berpesta demokrasi, warga Lelean Nono! ***

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News