BANGGAIDAERAHNEWS

Klarifikasi Isu Jembatan Masungkang, PUPR Banggai Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

I Dewa Supatriagama

BanggaiNews.com- Dinamika penanganan infrastruktur di Kabupaten Banggai kembali menjadi perbincangan hangat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai, I Dewa Supatriagama, angkat bicara untuk meluruskan persepsi publik terkait penanganan Jembatan Masungkang di Kecamatan Batui Selatan.

Dewa menegaskan bahwa pihak PUPR Banggai sama sekali tidak menutup mata. Langkah-langkah teknis dan penganggaran sejatinya telah berjalan jauh sebelum masalah ini ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, sebagai perangkat daerah, seluruh proses wajib berjalan sesuai kajian teknis serta mekanisme pengelolaan keuangan negara.

Berikut rincian teknis penanganan Jembatan Masungkang yang telah disiapkan oleh Dinas PUPR Banggai:

1. Solusi Permanen: Jembatan Beton Senilai Rp25 Miliar

Dewa menjelaskan, solusi jangka panjang untuk menuntaskan aksesibilitas masyarakat Masungkang adalah pembangunan jembatan permanen. Berdasarkan studi teknis yang dilakukan PUPR pada tahun sebelumnya, direkomendasikan pembangunan jembatan konvensional dengan spesifikasi berikut:

BACA JUGA:   Banggai Dapat Kepercayaan Lagi dari Pemprov Sulteng, Kali Ini Tuan Rumah Puncak Peringatan Harhubnas 2026 Se-Sulteng

Struktur: Beton bertulang dengan fondasi tiang pancang.

Bentang dan Segmen: Total bentang sepanjang 100 meter yang dibagi menjadi 4 segmen (masing-masing 20–25 meter).

Dimensi dan Anggaran: Lebar jembatan 8 meter dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp25 miliar.

Mengingat besarnya alokasi dana yang dibutuhkan, PUPR Banggai telah mengajukan usulan prioritas ke pemerintah pusat melalui program penanganan jembatan akses pendidikan. Karena sudah masuk dalam radar prioritas pusat, Pemerintah Daerah tidak menganggarkan nominal sebesar itu pada APBD Murni 2026 dengan harapan dapat didanai sepenuhnya melalui APBN.

2. Solusi Jangka Pendek: Jembatan Gantung Senilai Rp1,75 Miliar

Sembari menunggu kepastian dana pusat dan merespons kebutuhan mendesak warga, PUPR Banggai bekerja sama dengan DPRD merancang alternatif jangka pendek, yakni jembatan gantung khusus penyeberangan orang.

    Perancangan ini dibuat secara matang dengan memperhitungkan karakteristik unik Sungai Masungkang yang lebar, landai, serta sering membawa material kayu saat banjir. Hasil kajian teknis PUPR menetapkan rancangan sebagai berikut:

    BACA JUGA:   Komitmen Tingkatkan Kompetensi SDM Teknis, Dinas PUPR Banggai Sambut Sosialisasi Program Profesi Insinyur Untad

    Dimensi: Bentang 80 meter dan lebar 1,5 meter.

    Keamanan (Freeboard): Tinggi bebas jembatan dirancang setinggi 7 meter di atas permukaan air guna mengantisipasi luapan banjir dan hantaman material kayu.

    Rincian Biaya: Struktur tiang/angker sebesar Rp550 juta, jembatan terstandar PUPR senilai Rp1,1 miliar, serta biaya pengawasan dan pendukung sebesar Rp100 juta. Total estimasi mencapai Rp1,75 miliar yang direncanakan masuk dalam APBD Perubahan (ABT).

    Tanggapan Terkait Rencana Bantuan Gubernur

    Menanggapi wacana Gubernur Sulawesi Tengah yang berniat membantu penanganan jembatan menggunakan dana pribadi, Dewa menyampaikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banggai sangat terbuka terhadap segala bentuk bantuan maupun langkah diskresi tersebut.

    BACA JUGA:   Perkuat Sinergi Hulu Migas, Pemangku Kepentingan Banggai Satukan Persepsi

    “Pada prinsipnya kami mengapresiasi niat Pak Gubernur. Namun, secara aspek teknis, kami di dinas sudah menyiapkan desain yang matang sesuai regulasi,” ujar Dewa.

    Kadis PUPR Banggai ini menekankan bahwa pengalokasian anggaran negara membutuhkan perencanaan, pengusulan, hingga pembahasan bersama DPRD yang tidak bisa diselesaikan secara mendadak hanya karena sebuah isu viral.

    Jika pembangunan nantinya menggunakan dana pribadi Gubernur, pihak PUPR siap menyesuaikan. Namun, jika menggunakan mekanisme daerah, rencana teknis jembatan gantung senilai Rp1,75 miliar tersebut yang akan didorong pada pembahasan APBD Perubahan.

    Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News