SDA Siuna Disisir Berbagai Kepentingan, Masyarakat Harus Lebih Cerdas Mengawal Haknya di Banggai Sulteng

BANGGAINEWS.COM- Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, dianugerahi kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Kekayaan itu seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat setempat. Namun, realitas yang berkembang justru menunjukkan bahwa SDA Siuna menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan.
Di satu sisi, investor hadir dengan membawa modal dan janji pertumbuhan ekonomi. Negara pun berkepentingan memanfaatkan potensi tersebut, untuk mendorong penerimaan daerah maupun devisa.
Di sisi lain, berbagai kepentingan lain kerap ikut bermain, mulai dari kepentingan politik hingga kepentingan segelintir oknum yang ingin memperoleh keuntungan pribadi.
Ironisnya, masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas eksploitasi SDA justru sering menjadi pihak yang paling merasakan dampak lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
Ketika mereka menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi, forum dialog, media sosial (medsos), media online maupun media digital, suara tersebut tidak selalu direspons secara serius dan cepat.
Padahal menyampaikan pendapat adalah hak yang dijamin oleh konstitusi.
Persoalan ini seharusnya menjadi pengingat, bahwa pengelolaan SDA tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata.
Transparansi, akuntabilitas, perlindungan lingkungan, dan pemenuhan hak-hak masyarakat harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas investasi.
Masyarakat Siuna juga dituntut semakin cerdas dalam mengawal kepentingannya.
Perjuangan tidak cukup hanya dengan turun ke jalan, tetapi juga harus didukung pemahaman terhadap aturan hukum, penguasaan data, dokumentasi yang kuat, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Dengan cara itu, aspirasi masyarakat akan memiliki dasar yang lebih kuat dan sulit diabaikan.
Yang tidak kalah penting, masyarakat tidak boleh mudah dipecah oleh kepentingan sesaat.
Persatuan, sikap kritis, dan keberanian mengawasi setiap kebijakan merupakan modal utama agar kekayaan alam benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga, bukan hanya bagi kelompok tertentu.
Sumber daya alam adalah warisan yang tidak tergantikan. Jika hari ini masyarakat lengah, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya akan mewarisi bekas lubang tambang, kerusakan lingkungan, dan cerita tentang kekayaan yang pernah ada.
Oleh karena itu, masyarakat Siuna harus melawan lupa. Mereka harus terus mengawal, mengawasi, dan memastikan bahwa setiap jengkal kekayaan alam dikelola secara adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Catatan: SOFYAN TAHA
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
