Produk Minyak Cengkeh dan Tahu Lelean Nono Curi Perhatian Tim Penilai Lomba Desa Tolitoli

BanggaiNews.com- Desa Lelean Nono, Kecamatan Baolan, yang kini menyandang status sebagai Desa Maju, sukses menunjukkan taringnya dalam penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tolitoli tahun 2026.
Dua produk unggulan lokal, yakni minyak cengkeh eksklusif dan tahu khas Lelean Nono, berhasil mencuri perhatian tim penilai kabupaten yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, Kamis (21/05/2026).
Kehadiran produk-produk ini dinilai menjadi bukti nyata inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan optimalisasi potensi BUMDES di desa yang berjuluk “Desa Santri” tersebut.
Sekda Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kesiapan tata kelola pemerintahan dan penguatan ekonomi kreatif di Desa Lelean Nono. Menurutnya, aspek kemandirian ekonomi seperti ini merupakan poin krusial dalam penilaian.

“Lomba desa bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen untuk mendorong kemandirian, tata kelola yang baik, dan inovasi pelayanan publik. Potensi produk lokal seperti ini harus terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Sekda Tolitoli di sela-sela penilaian.
Tolitoli memang dikenal sebagai Kota Cengkeh, namun Lelean Nono berhasil membawa komoditas ini ke level yang lebih tinggi. Bukan sekadar menjual bahan mentah, desa ini sukses menggerakkan penyulingan minyak cengkeh berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Kepala Desa Lelean Nono, Irfan Lanni, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh lapisan masyarakat yang berkomitmen membangun kemandirian ekonomi desa.
“Inovasi berbasis potensi lokal yang kami galakkan berjalan efektif. Minyak cengkeh dan produksi tahu di desa kami bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan pilar ekonomi yang mampu menghidupi warga dan menekan angka pengangguran. Kami tidak hanya mengejar status juara, tetapi kami ingin membuktikan bahwa desa bisa mandiri secara ekonomi dan menjadi motor penggerak bagi daerah,” ujar Irfan
Di sisi lain, keberadaan Pabrik Tahu di Lelean Nono menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi sekunder. Sinergi antara industri rumahan (home industry) yang konsisten dan pengelolaan manajemen desa yang modern mutlak menjadi poin plus yang jarang dimiliki desa lain.
Sektor-sektor ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Lelean Nono tidak hanya fokus pada administrasi, melainkan sukses membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan (sustainable).
Dukungan penuh kini mengalir dari seluruh elemen masyarakat hingga tokoh adat. Masuknya Lelean Nono dalam 5 besar dinilai sebagai momentum pembuktian bahwa desa ini bisa menjadi blueprint atau percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Tolitoli dalam hal pemanfaatan potensi lokal secara maksimal.
Dukungan senada juga datang dari pihak pemerintah kecamatan. Camat Baolan, Andi Irmayanti Azis, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas lompatan prestasi yang ditunjukkan oleh Desa Lelean Nono dalam ajang tahun ini.
“Kami dari pemerintah kecamatan melihat langsung bagaimana Desa Lelean Nono bertransformasi. Mereka sangat siap, baik dari aspek administrasi, pelayanan publik, hingga penguatan produk unggulan desa. Keberhasilan mengolah minyak cengkeh dan menjaga eksistensi industri tahu lokal menunjukkan bahwa manajemen desanya berjalan dengan sangat sehat,” tegas Irmayanti.
Kini, dengan segala kesiapan infrastruktur, kelengkapan administrasi, dan kokohnya fondasi ekonomi berbasis minyak cengkeh serta pabrik tahu, Desa Lelean Nono menatap optimis podium juara Lomba Desa Kabupaten Tolitoli 2026.
(KAL)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
