Akademisi: Figur Direktur Perumda Air Minum Luwuk Harus Punya Visi 4K

BANGGAI NEWS

BANGGAINEWS.COM- Figur yang dinilai pantas dan memang dibutuhkan saat ini untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau yang kabarnya akan segera diubah menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Luwuk kedepan, menurut salah satu akademisi di Kabupaten Banggai Sahraen Sibay, bukan harus Sarjana Teknik (ST) atau lainnya.

Namun yang terpenting harus yang memiliki visi 4K. Hal itu disampaikannya kepada awak banggainews.com, Senin (12/7/2021).

Dijelaskan, K pertama yaitu bagaimana dia menjaga Kuantitas atau jumlah sumber air yang cukup disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. K kedua, bagaimana menjaga Kontinuitas distribusi air yang cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan secara terus menerus.

Sambungnya, K ketiga yakni bagaimana menjaga Kualitas air yang layak konsumsi untuk pelanggan dan juga guna memenuhi kebutuhan rumah tangga (MCK). Sehingga, tidak ketergantungan lagi dengan usaha air minum isi ulang (galon). Apalagi, di tengah situasi pandemi Covid-19. Dan K keempat, bagaimana dia memikirkan Kesejahteraan pegawai termasuk jaminan kepada mereka yang bekerja, seperti kecelakaan kerja dan gaji disesuaikan kebutuhan dalam situasi pandemi ini.

“Tiga K awal merupakan visi untuk eksternal. Dan K keempat merupakan visi untuk internal. Namun, visi 4K tersebut tetap harus diimplementasikan bersama karena saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan,” terang mantan Direktur PDAM Luwuk yang pada masa kepemimpinannya tidak ada penyertaan modal atau Hibah Pemda Kabupaten Banggai.

Selain itu, masih kata Sahraen, figur Direktur kedepan dia mampu menjamin bahwa setiap pegawai harus menerima kenikmatan pada masa purna bakti atau pensiun.

“Setelah K3 tersebut dilaksanakan PDAM. Tentu akan ada fit back yaitu dukungan pelanggan untuk membayar iuran rekening air tepat waktu. Dan dukungan Pemda yaitu dengan melihat regulasi khususnya penyesuaian tarif dalam rangka mengejar Full Cost Recovery,” terang Om Aen, sapaan akrabnya lagi.

Full Cost Recovery (FCR), ia menambahkan, artinya biaya penuh pemulihan dengan menyesuaikan harga barang atau jasa. Sehingga, semua biaya tetap dan variabel produk terpenuhi dan PDAM bisa kembali sehat.

“Saat saya memimpin walaupun tidak ada penyertaan modal atau Hibah Pemda Kabupaten Banggai. Namun, saya pernah dua kali menaikkan gaji pegawai. Bahkan masih bisa membayarkan THR dua bulan gaji. Masa kerja saya 20 tahun dari pekerja biasa, dan 4 sebagai Direktur. Total 24 tahun” ungkapnya.

Dan sebagai pernyataan penutup, dosen tetap FISIP itu, bahwa kedepan figur Direktur Perumda Air Minum Luwuk harus mengedepankan pelayanan publik yang prima, transparan, akuntabilitas, dan terukur. “Dan kuncinya perhatian pelanggan, juga Pemda,” tutup Om Aen.

(SOF)

Tinggalkan Komentar