NASIONALNEWS

Dari Batui Selatan dan Moilong Menuju Jakarta: Perjalanan Empat Pelajar Banggai Menjemput Mimpi di GFLN 2026

Foto: ISTIMEWA

BANGGAINEWS.COM- Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa sebuah kesempatan belajar akan membawa mereka terbang dari Kabupaten Banggai menuju Jakarta, bertemu dengan puluhan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, dan menjadi bagian dari jaringan pemimpin muda masa depan.

Mereka adalah Afgan Salim Dg. Pasau dan Novita Lambase dari SMK Negeri 1 Batui Selatan, serta Kerin Ayunda Putri dan Tri Haryanto Putra dari SMA Negeri 1 Moilong. Keempat pelajar tersebut menjadi wakil dari wilayah operasi JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dalam program Global Future Leaders Network (GFLN) Batch 1 Tahun 2026, program pengembangan kepemimpinan yang diinisiasi oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.

Perjalanan mereka dimulai dari proses seleksi yang tidak mudah. Melalui mekanisme seleksi berbasis merit yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya di seluruh wilayah operasi KKKS, para peserta diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga potensi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, motivasi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dari ratusan pelajar yang mendaftar dari berbagai wilayah operasi KKKS di Indonesia, keempat pelajar asal Banggai tersebut berhasil lolos dan terpilih menjadi bagian dari 38 peserta terbaik yang mengikuti GFLN Batch 1 Tahun 2026. Sebelum mengikuti lokakarya tatap muka di Jakarta, mereka terlebih dahulu menyelesaikan rangkaian pembelajaran virtual selama lima minggu yang membahas kompetensi global, pembelajaran lintas budaya, keberlanjutan, dan pengembangan karakter.

Pada 15 Juni 2026, mereka tiba di Jakarta, untuk mengikuti rangkaian in-person workshop yang berlangsung hingga 20 Juni 2026. Di sana, mereka bergabung dengan peserta lain dari 13 wilayah operasi KKKS di seluruh Indonesia. Bagi sebagian dari mereka, ini merupakan pengalaman pertama mengikuti program nasional dan berinteraksi langsung dengan teman-teman sebaya yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai Global Competence, Intercultural Learning, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Mereka juga mengikuti berbagai aktivitas kolaboratif yang dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika para peserta harus bekerja dalam kelompok yang terdiri dari anggota dari berbagai daerah. Mereka ditantang untuk menyusun gagasan inovatif terkait isu pembangunan berkelanjutan dan mempresentasikannya sebagai capstone project. Melalui proses tersebut, mereka belajar menghargai perbedaan, mendengarkan pendapat orang lain, dan membangun solusi secara bersama-sama.

BACA JUGA:   Disdikbud Banggai dan UM Luwuk Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Penandatanganan Kerja Sama

Bagi Afgan Salim Dg. Pasau, GFLN menjadi pengalaman yang mempertemukannya dengan berbagai perspektif baru sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. “Ini adalah sebuah perjalanan yang tidak hanya mengubah cara saya melihat dunia, tetapi juga cara saya melihat diri sendiri,” ungkap Afgan.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari itu, GFLN menjadi ruang pembelajaran untuk beradaptasi, memahami keberagaman, serta membangun semangat kolaborasi di tengah berbagai perbedaan.

“Selama mengikuti program ini, saya belajar untuk keluar dari zona nyaman, mengasah keterampilan kepemimpinan, serta memperluas wawasan global tanpa melupakan akar budaya dan identitas sebagai anak daerah. Saya juga semakin memahami bahwa inovasi dan kemajuan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan. Kita tidak hanya membutuhkan solusi yang cerdas, tetapi juga solusi yang bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan generasi berikutnya,” ujarnya.

Afgan menambahkan bahwa kesempatan mengikuti program tersebut merupakan pengalaman yang mungkin tidak akan pernah dilupakannya. “Peluang luar biasa ini tentu tidak akan menjadi kenyataan tanpa dukungan dari berbagai pihak. Secara khusus, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang telah memberikan dukungan sehingga saya dapat mengikuti program ini. Saya berharap pengalaman dan ilmu yang saya peroleh dapat saya bagikan kepada teman-teman di sekolah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah saya,” tutup Afgan.

Sementara itu, Novita Lambase mengaku program GFLN menjadi momentum penting untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keberanian dalam menghadapi tantangan baru.

“Saya mengikuti program ini karena ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Saya sadar bahwa untuk berkembang, saya harus berani keluar dari zona nyaman, bertemu orang-orang baru, dan mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan,” kata Novita.

Menurut Novita, selama mengikuti program ia belajar bahwa proses belajar tidak hanya diperoleh dari materi yang disampaikan di kelas, tetapi juga dari pengalaman dan sudut pandang peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA:   Aksi BEM Fakultas Untika Luwuk yang Diberikan Pelayanan oleh Polisi dan Diterima DPRD Banggai Berjalan Kondusif

“Saya mendapatkan banyak pelajaran tentang keberagaman, komunikasi, dan pentingnya bekerja sama. Sebelumnya saya sering merasa ragu untuk berbicara di depan banyak orang, tetapi program ini membantu saya membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Saya ingin terus berkembang dan membawa dampak positif, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bagi Kerin Ayunda Putri, pengalaman mengikuti GFLN menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif sekaligus menguji kemampuan beradaptasi di lingkungan yang baru.

“Saya tertarik mengikuti program ini karena ingin keluar dari zona nyaman dan mendapatkan pengalaman yang berbeda dari yang biasa saya temui di sekolah. Saya ingin belajar dari mentor dan teman-teman yang berasal dari berbagai latar belakang serta memahami cara pandang yang berbeda dari yang selama ini saya kenal. tutur Kerin. Kerin mengaku terkesan dengan suasana kolaboratif yang dibangun selama program berlangsung.

“Saya percaya setiap orang memiliki pengalaman dan pemikiran yang unik. Melalui GFLN, saya belajar bahwa kolaborasi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang saling mendengarkan, menghargai perbedaan, dan mencari solusi terbaik secara bersama-sama. Pengalaman ini membuat saya lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan semakin percaya diri untuk berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Tri Haryanto Putra menilai GFLN sebagai pengalaman yang membuka wawasan tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan global.

“Program ini mengajarkan saya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya belajar tentang kepemimpinan, keberlanjutan, dan bagaimana bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.”ungkap Tri.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat. “Saya berharap apa yang saya pelajari selama mengikuti GFLN dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan suatu saat memberikan kontribusi nyata bagi daerah saya. Program ini membuat saya semakin yakin bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutup Tri.

Pjs. Relations, Security, & Comdev Manager JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, Andi Basuki, mengatakan bahwa GFLN merupakan salah satu bentuk investasi sosial perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas mereka.

BACA JUGA:   Pilkades Lelean Nono Tolitoli 2026: 5 Calon Amankan Nomor Urut dan Sepakati Deklarasi Damai

“Kami percaya bahwa talenta-talenta muda di wilayah operasi memiliki potensi yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, akses, dan ruang untuk berkembang. Melalui Global Future Leaders Network, kami ingin membuka jendela yang lebih luas bagi generasi muda Banggai agar dapat belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia,”ujar Andi.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti GFLN tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri masing-masing, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap Afgan, Novita, Kerin, dan Tri dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya untuk terus bermimpi besar dan berani mengambil peluang yang ada. Ketika mereka kembali ke Banggai dengan wawasan, pengalaman, dan kepercayaan diri yang lebih kuat, kami yakin mereka akan menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Banggai dan Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Ketika rangkaian kegiatan di Jakarta berakhir, keempat pelajar tersebut pulang dengan membawa lebih dari sekadar sertifikat. Mereka membawa pengalaman, pengetahuan, jejaring pertemanan, dan perspektif baru yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Perjalanan dari Batui Selatan dan Moilong menuju Jakarta mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi Afgan, Novita, Kerin, dan Tri, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Dengan wawasan yang lebih luas, kepercayaan diri yang semakin kuat, serta semangat untuk terus belajar, mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dan Indonesia.

Sebagaimana semangat yang diusung GFLN, pemimpin masa depan tidak hanya dibentuk oleh tempat asalnya, tetapi oleh kemauan untuk belajar, berkolaborasi, dan membawa perubahan. Dari Banggai, empat generasi muda telah memulai langkah tersebut.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News