DPD KNPI Provinsi Akui Musda KNPI Ke XIV di Toili Sah

DPD KNPI Provinsi Akui Musda KNPI Ke XIV di Toili Sah

LUWUK-BN. Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Banggai, melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) di Kecamatan Toili, Jumat (13/12), mendapat legitimasi dari Pengurus DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan Musda itu sendiri, yakni dalam rangka pemilihan Ketua baru untuk periode tiga tahun berikutnya.

Seperti diketahui, seperti dilansir Banggai News dari OBORMOTINDOK.Online, Desember 14,2019 , Musda DPD Kabupaten Banggai tersebut memilih secara aklamasi Ketua KNPI, Andi Rustam Pettasiri Periode 2019-2022.

Ketua DPD KNPI Banggai terpilih Andi Rustam Pettasiri dalam sambutannya berjanji akan memperbaiki serta bekerja keras untuk membesarkan KNPI LB ini.

Sementara itu, saat Konferensi Pers yang digelar di salah satu rumah makan di dalam Kota Luwuk, Sabtu (14/12) malam, Wakil Ketua (Waket) DPD KNPI Provinsi Sulteng, Taufik Kamase mengungkapkan kaitan pelaksanaan Musda Ke XIV DPD KNPI Kabupaten Banggai.

Saat itu ia menjelaskan kronologi pelaksanaan. Kemarin di Provinsi Sulteng, seperti diketahui bersama, ada dua Musda yang dilaksanakan oleh dua KNPI yang sebenarnya satu namun berbeda. Yaitu satu KNPI versi Haris Pertama, dan satu KNPI versi Noer Fajrieansyah. “Nah.. nanti sebentar Pak Sek DPD Provinsi, akan memberikan legalitas. Legalitas yang dimiliki Noer Fajrieansyah ini, adalah pengakuan dari Menteri Hukum dan HAM, satu. Yang kedua adalah berita acara penyerahan. Jadi berita acara penyerahan, dari Ketua Rifai Daus ke Noer Fajrieansyah. Jadi DPD KNPI itu terstruktur kongresnya,” terang Waket Taufik.

Kemudian di Sulteng mereka melaksanakan Musda Ke XIV, Musda Provinsi. Karena kami menganggap yang memiliki legalitas adalah Noer Fajrieansyah. Maka kami mengundang Noer Fajrieansyah, untuk melaksanakan Musda disana. “Nah.. Musda yang kami laksanakan itu sesuai AD/ART KNPI, itu harus dihadiri DPD II KNPI se Sulteng dan OKP. Nah.. DPD II Sulteng ini, salah satunya yang menghadiri dan menyatakan kebersinggungannya di KNPI versi Noer Fajrieansyah itu, salah satunya adalah Kabupaten Banggai. Yang hadir itu langsung adalah Ketua, Sdr Irfan Bugaadjim, dan Sdr Sekretaris. Kebetulan ada di samping saya,” terangnya lagi saat konferensi

Hal itu artinya bahwa sebenarnya secara legitimasi, sambung Taufik, bahwa DPD KNPI Banggai itu memang menyatakan tunduk dan patuh kepada KNPI versi Noer Fajriensyah yang menghasilkan Widya Ramlah Ponulele sebagai Ketua, dan Dandy Adiprabowo Najoan terpilih menjadi Sekretaris di rapat Formatur.

“Kemudian dalam prosesnya setelah selesai Musda Provinsi, DPD KNPI Banggai ini mengirimkan surat kepada DPD KNPI Provinsi untuk pemberitahuan pelaksanaan rapat pimpinan daerah dan Musda. Nah.. jadi dalam peraturan organisasi. Sebelum melaksanakan Musda, itu harus didahului rapat pimpinan daerah. Agenda tiga, mensahkan kepesertaan, kemudian menentukan waktu, dan tempat. Dan rapim ini dilaksanakan DPD II, dan dipimpin DPD II. Kami dari Provinsi hanya menghadiri,” tandasnya.

Olehnya, Taufik menyampaikan, apa yang telah dilakukan kemarin juga sangat kami sayangkan dari Provinsi. “Karena kenapa, kami sebenarnya sudah berkomitmen bahwa biarlah kami di Provinsi yang mengalami dualisme. Tidak usah teman-teman di Kabupaten, juga merasakan itu. Nah.. tapi saya juga agak sedikit kecewa. Karena ternyata segelintir teman-teman yang mengatasnamakan KNPI, juga melaksanakan Musda. Saya tidak tahu yang memberikan legitimasi mereka itu siapa?,” ucapnya.

Padahal, yang pasti Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai Bung Irfan Bugaadjim, kemudian Sekretaris. Kemudian lagi Ketua MPI Kanda Batia Sisilia Hadjar, itu hadir. “Nah.. itu baru dalam internal kami di KNPI. Kemudian pengakuan dari Pemerintah. Bupati karena memang ndak bisa hadir, itu mengirimkan Asisten I untuk mewakili beliau. Asisten I yang membuka acara Musda kemarin. Tapi di dalam perjalanannya, Bupati itu menelpon. Kemudian dia dispiker menyampaikan, dukungannya kepada pelaksanaan Musda yang ada di Toili. Kemudian juga dihadiri Ketua DPRD, unsur Forkopimda lainnya. Ada Kapolres yang diwakili Kabag Ops, Ketua DPRD, Wakil Ketua I DPRD, ada Sekretaris Komisi A, semua Camat di Kabupaten Banggai itu hadir. Beberapa Kepala OPD juga disertakan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan, bahwa DPD KNPI yang ada di Kabupaten Banggai itu cuma satu. “Tidak ada KNPI lain. Karena pengakuan itu datang dari PK, OKP, dan Pemerintah. Kalau tidak ada juga sporting Pemerintah, buat apa kita buat KNPI. KNPI ini adalah mitra sejajar, mitra strategis,” tandas Taufik lagi.

Dimana yang diharapkan, bahwa terjadi proses Simbiosis Mutualisme antara Pemerintah dan KNPI. “Olehnya, sekali lagi saya berharap bahwa seluruh OKP kemarin yang tidak sempat hadir di Toili. Teman-teman KNPI di Kabupaten Banggai, tetap membuka diri toh untuk bergabung sebelum Surat Keputusan diterbitkan. Makanya teman-teman ini membuka konferens ini, hanya untuk menyampaikan hal itu. Kita tidak berharap ada dualisme di daerah. Bicara KNPI, bicara soal apa namanya. Tidak ada dapat uang di KNPI, teman-teman tidak berharap untuk itu. Ini hanya komitmen saja sebagai wadah berhimpun kepemudaan sehingga mereka juga punya arti di daerahnya,” tutupnya Waket Taufik.*SOF

Tinggalkan Komentar