Hadiri Musrenbang Provinsi Sulteng, Bupati Banggai Dorong Pembangunan Merata dan Penurunan Kemiskinan

BANGGAINEWS.COM- Bupati Banggai, Amirudin menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2027 di Kota Palu, Senin (Hari Ini, red).
Informasi tersebut diketahui dari unggahan pada akun Facebook pribadi, Amirudin Tamoreka, lima jam lalu.

Kegiatan Musrenbang tingkat provinsi ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Perwakilan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Staf Ahli Pemerataan Wilayah Regional, Perwakilan Kementerian Kesehatan melalui Direktur Kesehatan Lingkungan, Anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Forkopimda, para Bupati dan Wali Kota se Sulteng, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Amirudin menyampaikan, bahwa Musrenbang merupakan agenda strategis dan wajib dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Ia menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Sulteng yang berada di atas rata-rata nasional.
“Persoalan utama yang menjadi perhatian bersama adalah angka kemiskinan yang masih tinggi, dengan total 236.657 kepala keluarga berada pada desil 1 dan 2. Target kita adalah menurunkannya sebesar lima persen setiap tahun,” ujarnya.
Menurut Bupati Banggai, pentingnya penggunaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan tunggal dalam penyusunan kebijakan, intervensi program, serta evaluasi pembangunan pemerintah.
Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Banggai itu menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, penyelesaian persoalan pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua harus dituntaskan bersama. Ada dua hak dasar rakyat yang wajib menjadi prioritas, yaitu kesehatan dan pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjadi titik awal pembangunan yang berkeadilan.
Bupati Amirudin juga mengharapkan, agar proses perencanaan tidak berhenti pada penyusunan dokumen semata, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk komitmen dan kerja nyata.
Karena itu, perencanaan tidak boleh berhenti pada dokumen, tetapi harus menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam kerja nyata.
“Semoga ini menjadi jalan menghadirkan pembangunan yang lebih merata, menurunkan kemiskinan, dan membawa Sulawesi Tengah semakin maju serta berkelanjutan,” tutupnya.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
