BANGGAIDAERAHNEWSPENDIDIKAN

Lestarikan Kearifan Lokal, Disdikbud Banggai Gelar Festival Tarian Molabot Bagi Pelajar

Seluruh peserta kategori sekolah dasar berfoto bersama usai tampil. (Foto: ISTIMEWA)

BANGGAINEWS.COM- Gedung Apresiasi Kebudayaan Museum Daerah Kabupaten Banggai mendadak riuh dan penuh warna. Puluhan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) tampak anggun membalut tubuh mereka dengan busana adat khas Banggai.

Langkah kaki yang serempak dan keluwesan jemari para penari cilik resmi menandai dibukanya Festival Tarian Molabot Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai ini resmi dibuka pada Rabu (12/8/2026).

Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (12/8/2026), panggung festival menyuguhkan persaingan ketat dan pesona dari 7 kelompok tari Sekolah Dasar (SD/sederajat).

Sementara itu, kategori sekolah menengah yang terdiri dari 14 kelompok tari SMP/SMA dan sederajat baru akan berlaga pada besok dan lusa, Kamis hingga Jumat (13–14/8/2026).

BACA JUGA:   Sinergi Pemkab Banggai dan PT PAU, BUMDes Berkah Desa Uso Terima Bantuan Modal Rp50 Juta

Secara keseluruhan, sebanyak 21 sekolah se-Kabupaten Banggai bertarung membawakan ragam gerak tari baku Molabot secara seragam di hadapan tim dewan juri independen.

Ditemui di sela-sela perlombaan, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Banggai, Subrata Kalape, S.Sn., M.M., menjelaskan bahwa Festival Tarian Molabot bukan sekadar ajang kompetisi antar-sekolah, melainkan benteng pertahanan kebudayaan lokal agar tidak tergerus arus zaman.

“Tarian Molabot adalah identitas kita. Ini adalah tarian kehormatan khas Banggai yang dari dulu difungsikan khusus untuk menyambut tamu-tamu agung. Melalui ajang ini, kita ingin memastikan gerak baku Tarian Molabot dipahami dan dikuasai secara presisi oleh generasi muda sejak dini,” ujar Subrata Kalape.

BACA JUGA:   Pemkab Banggai Gelar Rakor untuk Perkuat Pencegahan Korupsi di Layanan Pertanahan, Digitalisasi Diharapkan Persempit Ruang Praktik Pungli

Subrata menambahkan, selain untuk regenerasi penari tradisional, gelaran ini juga dirancang untuk menghidupkan fungsi Museum Daerah Kabupaten Banggai sebagai ruang publik kebudayaan yang inklusif dan edukatif.

“Kami ingin museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah yang sepi, tetapi menjadi pusat apresiasi seni, edukasi, dan ruang silaturahmi bagi seluruh warga sekolah di Kabupaten Banggai,” tambahnya.


Seluruh rangkaian kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP Museum Tahun Anggaran 2026 yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Kebudayaan Disdikbud Banggai.

BACA JUGA:   Festival Molabot 2026 Disdikbud Banggai: Siswi SDN Inpres Boyou Banggai Tampil Memukau Raih Juara II

“Dengan penilaian langsung dari para praktisi dan pelatih seni tari berpengalaman di Banggai, festival ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit penari muda berbakat yang siap menjaga keberlanjutan tradisi penyambutan tamu di Kabupaten Banggai,” tutup Alumni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung itu.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News