BANGGAIDAERAHNEWS

Pembenahan Jalan Rusak & Normalisasi Sungai di Siuna Banggai Masih Sebatas Rencana, PT MPS Siap Ambil Inisiatif Mandiri

Kondisi titik ruas jalan yang akan dibenahi mandiri PT MPS di Desa Siuna Kabupaten Banggai, Sabtu (27/06/2026). (Foto: SOFYAN TAHA)

BANGGAINEWS.COM- Harapan masyarakat Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terhadap perbaikan jalan rusak dengan volume panjang sekira delapan kilo meter yang selama ini menjadi akses utama aktivitas warga dan perusahaan tambang, hingga kini belum juga terwujud.

Meski berbagai pembahasan telah dilakukan sejak tahun lalu, pembenahan infrastruktur tersebut masih sebatas rencana.

Jembatan Lampetak Desa Siuna Kabupaten Banggai

Di tengah belum terealisasinya kesepakatan bersama antarperusahaan tambang yang beroperasi di wilayah itu.

PT Merpati Pratama Sukses (MPS) menyatakan, siap mengambil inisiatif melakukan pembenahan jalan secara mandiri.

Informasi yang dihimpun awak media pada Minggu (21/06/2026) lalu menyebutkan, perusahaan berencana mengerahkan alat berat beserta material untuk menimbun, dan memperbaiki ruas jalan rusak yang berada dalam radius sekira satu kilo meter dari mess perusahaan, mulai dari kawasan Jembatan Lampetak, Desa Siuna.

Hal itu patut diapresiasi. Pasalnya dari informasi yang beredar, meski saat ini proyek restrukturisasi jalan provinsi yang telah dianggarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai pada tahun 2026 ini.

Ternyata belum menyentuh hingga ke titik kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat sebagai pengguna jalan umum.

BACA JUGA:   Komplotan Pelaku Pencurian Kabel di RTH Teluk Lalong Luwuk Banggai Ditangkap Polisi

Akibatnya sejumlah ruas jalan di Desa Siuna masih banyak yang dipenuhi lubang, dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Terutama saat musim hujan.

Manajer Operasional PT MPS, Ferdinan mengatakan, langkah yang akan dilakukan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, sekaligus kelancaran aktivitas operasional yang menggunakan jalur tersebut.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan inisiatif mandiri dari perusahaan. Semua alat berat dan material kami siapkan sepenuhnya untuk pembenahan jalan ini. Kami juga berkomitmen melakukan perawatan atau maintenance secara berkala selama tiga bulan ke depan agar jalan tetap aman dilalui masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada perbaikan jalan, PT MPS juga berencana melakukan normalisasi Sungai Bolo sepanjang lebih dari satu hingga dua kilometer guna mengurangi potensi banjir yang kerap mengancam kawasan tersebut saat curah hujan tinggi.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada akses transportasi di Desa Siuna.

Kesepakatan Tahun Lalu Belum Berbuah Aksi

BACA JUGA:   Polisi Amankan Dua Pelaku Pengeroyokan di Tempat Hajatan Desa Awu Luwuk Utara Banggai

Seperti diketahui, sebelum-sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah, telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan dengan perusahaan-perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Siuna, untuk membahas pembagian tanggung jawab dalam memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan akibat tingginya mobilitas kendaraan operasional.

Rapat lanjutan yang digelar pada Selasa, 11 November 2025 lalu di Ruang Rapat Khusus Bupati Banggai, sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada 10 Oktober 2025.

Saat itu enam dari tujuh perusahaan yang diundang menghadiri rapat, yakni PT Penta Dharma Karsa, PT Prima Dharma Karsa, PT Bumi Persada Surya Pratama, PT Anugerah Bangun Makmur, PT Integra Mining Nusantara Indonesia, dan PT Merpati Pratama Sukses.

Dalam rapat tersebut, para perusahaan pada prinsipnya menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam pembiayaan perbaikan jalan melalui skema gotong royong sesuai porsi masing-masing.

Bupati Banggai, Amirudin ketika itu menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah daerah (Pemda) dan perusahaan dalam menangani kerusakan infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kesediaan pihak perusahaan untuk ikut bertanggung jawab dalam memperbaiki jalan yang menjadi akses utama masyarakat. Kami berharap hasil rapat ini dapat segera diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” kata Amirudin.

BACA JUGA:   LBH Sulteng Cabang Luwuk Banggai: Kekerasan terhadap Petani dalam Konflik Agraria PT KLS Terus Terulang

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarpihak, agar pelaksanaan program tidak menemui kendala di kemudian hari.

Namun hingga pertengahan 2026, realisasi pembenahan jalan secara menyeluruh belum juga terlaksana.

Oleh karena itu, rencana PT MPS untuk memulai pembenahan jalan dan normalisasi Sungai Bolo dinilai menjadi langkah awal yang diharapkan segera diwujudkan di lapangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Siuna.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan dari pantauan langsung awak media ini pada Sabtu (27/06)2026) akhir pekan kemarin. Rencana tersebut masih menunggu pelaksanaan di lapangan.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News