Penerbangan Makassar–Luwuk Banggai Batal akibat Kabut Asap, Perjalanan Pulang Dua Perwakilan Paguyuban PWB Terselip Kisah Paling Berkesan

BANGGAINEWS.COM- Perjalanan pulang yang melelahkan usai menjalani audiensi dan silaturahmi ke Sekretariat Dewan Pers di Jakarta menjadi pengalaman tersendiri bagi khususnya dua perwakilan Paguyuban Wartawan Banggai (PWB).
Rencana perjalanan udara dari Makassar menuju Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), harus berakhir dengan pembatalan penerbangan akibat kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang.

Namun di balik ketidakpastian perjalanan tersebut. Hadir pertolongan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Pertemuan secara kebetulan dengan seorang wakil rakyat yang yang tumpah darah tercintanya di Luwuk Banggai, menjadi titik balik perjalanan panjang mereka hingga akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman pada pukul 03.04 WITA, Sabtu (17/10/2026) subuh dini hari tadi.
Perjalanan ini sekaligus menjadi catatan tentang bagaimana rencana yang telah disusun sedemikian rupa terkadang harus berubah karena keadaan.
Akan tetapi, tetap menyisakan pengalaman berharga dan rasa syukur. Nikmat apa lagi yang didustakan.
Audiensi Dewan Pers Menjadi Awal Perjalanan
Sebelum menghadapi kendala perjalanan pulang, tiga orang perwakilan pengurus PWB terlebih dahulu memenuhi agenda audiensi dan silaturahmi di Sekretariat Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan yang telah dimohonkan sejak sekitar dua pekan sebelumnya itu menjadi salah satu pengalaman berharga bagi perwakilan wartawan dari Kabupaten Banggai.
Mereka berkesempatan diterima langsung oleh dua komisioner Dewan Pers, masing-masing Muhammad Jazuli sebagai Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, dan Yogi Hadi Ismanto sebagai Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers di ruang rapat Sekretariat Dewan Pers.
Setelah agenda tersebut selesai, perjalanan pulang pun dipersiapkan. Namun persoalan sempat muncul akibat kekeliruan dalam pemesanan tiket pesawat yang awalnya tercatat untuk rute Luwuk–Jakarta, padahal perjalanan yang dibutuhkan adalah Jakarta–Luwuk.
Setelah dilakukan perubahan, perjalanan udara dari Jakarta menuju Makassar akhirnya dapat dijalani pada Kamis (15/10/2026) subuh dini hari, dengan waktu penerbangan sekitar dua jam.
Menunggu Kepastian Penerbangan Makassar–Luwuk
Setibanya di Makassar pada Kamis pagi, perjalanan belum dapat dilanjutkan sesuai rencana awal.
Jadwal transit yang semula diperkirakan berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga 10.15 WITA berubah menjadi penantian panjang.
Dua perwakilan PWB yang tersisa setelah seorang anggota rombongan memilih jadwal keberangkatan berbeda, Dan kami berdua harus menunggu kepastian penerbangan lanjutan menuju Luwuk.
Waktu terus berjalan hingga sore hari. Sekitar pukul 17.00 WITA, barulah diperoleh kepastian bahwa penerbangan lanjutan menuju Luwuk dibatalkan hingga waktu yang belum dapat dipastikan akibat kabut asap tebal yang menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.
Kondisi tersebut membuat perjalanan pulang yang sebelumnya direncanakan melalui jalur udara harus mencari alternatif lain.
Ketidakpastian jadwal dan lamanya waktu menunggu tentu menambah kelelahan setelah rangkaian kegiatan di Jakarta.
Meski demikian, perjalanan belum berakhir.
Pertemuan Tak Terduga dengan Putra Daerah Banggai Wakil Rakyat di Pusat
Di tengah situasi yang belum menentu, datanglah momen yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
Dua perwakilan PWB bertemu dengan Ketua DPD Partai Golkar, Hi Beniyanto Tamoreka yang juga merupakan seorang wakil rakyat di tingkat pusat yang berasal dari Luwuk Banggai.
Beniyanto dikenal dalam catatan perjalanan ini sebagai sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang cekatan dan tegas. Namun sangat ramah dan mudah bergaul dengan siapa pun yang ditemui.
Ia juga merupakan saudara kandung Bupati Banggai dua periode, Amirudin Tamoreka yang dikenal sebagai Bapak Insan Olahraga dan Bapak Pembangunan di daerah tercinta Kabupaten Banggai.
Kebetulan saat itu Beniyanto yang dipercayakan dalam kepanitiaan peringatan HUT Partai Golkar di DPP sebagai Koordinator Bidang Pasar Murah, juga hendak menuju Luwuk untuk menghadiri rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar tahun 2026 di Kabupaten Banggai.
Pertemuan tersebut menjadi jalan keluar bagi dua perwakilan PWB yang sedang menghadapi ketidakpastian perjalanan. Beniyanto membantu perjalanan mereka bersama menuju daerah tujuan melalui jalur darat.
Pertolongan yang datang di tengah kondisi sulit itu menjadi pengalaman yang membekas. Setelah menunggu berjam-jam di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar tanpa kepastian penerbangan.
Perjalanan akhirnya diputuskan diubah menjadi Makassar-Palu, kemudian dapat langsung dilanjutkan bersama melalui jalur darat.
Perjalanan Panjang Akhirnya Tiba dengan Selamat di Luwuk Banggai
Sepanjang kebersamaan termasuk perjalanan darat menuju Luwuk, suasana yang semula diwarnai kelelahan, benar-benar mencair.
Canda dan tawa menghiasi perjalanan panjang tersebut, menghadirkan suasana lebih ringan setelah melewati berbagai kendala.
Hingga akhirnya, rombongan tiba dengan selamat di Luwuk Banggai sekitar pukul 03.04 WITA, Sabtu (17/10/2026) subuh dini hari tadi.
Bagi dua perwakilan PWB, pengalaman tersebut bukan sekadar kisah tentang tiket yang keliru, penerbangan yang dibatalkan, atau perjalanan darat yang panjang.
Lebih dari itu, ada pelajaran tentang kesabaran, pentingnya saling membantu, serta hadirnya pertolongan yang terkadang datang dari arah yang tidak pernah diperkirakan.
Perjalanan pulang dari Jakarta yang semula direncanakan berlangsung melalui jalur udara akhirnya menjadi cerita tersendiri.
Di balik kelelahan yang dirasakan terselip rasa syukur, nikmat apa lagi yang didustakan. Karena dapat kembali ke daerah tercinta dengan selamat.
Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, selalu ada kemungkinan jalan lain yang terbuka.
Dan terkadang di tengah perjalanan yang melelahkan, pertemuan sederhana dengan sosok orang dengan jiwa kepemimpinan yang tepat justru menjadi bagian paling berkesan untuk dikenang.
Catatan: SOFYAN TAHA
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
