PUPR Banggai Evaluasi Proyek Air Bersih Desa Sayambongin yang Sempat Mangkrak

BanggaiNews.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai tengah menyelesaikan proyek pembangunan air bersih melalui peningkatan jaringan pipa air minum di Desa Sayambongin. Desa ini menjadi salah satu prioritas dengan alokasi anggaran selama dua tahun berturut-turut.
Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut sempat mengalami keterlambatan hingga menyeberang tahun anggaran. Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, menyebutkan bahwa proyek ini ditargetkan mampu melayani sekitar 130 sambungan rumah (SR).
Christopel menjelaskan, jaringan pada proyek tahap II sebenarnya sudah diuji coba, tetapi masih memerlukan beberapa perbaikan minor. Kendala utama justru berasal dari jaringan tahap I yang dikerjakan pada tahun 2024. Meski sudah berkali-kali diganti, pipa pada jaringan tahap I tersebut masih sering terlepas dan patah saat diuji coba.
“Sudah beberapa kali pipanya terlepas dan patah,” ujar Christopel.
Ia menambahkan, kondisi medan yang ekstrem dan curam menjadi penyebab utama jaringan tahap I kerap bermasalah saat dialiri air.
“Jaringan tahap I berada di medan yang ekstrem dan curam, sehingga saat difungsikan pipanya sering terlepas,” jelasnya.
Oleh karena itu, kendati tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), pihak PUPR meminta kontraktor proyek tahap I untuk melakukan perbaikan ulang dengan mengganti material pipa menggunakan jenis besi atau galvanis agar lebih tahan lama.
Sementara itu, proyek tahap II tahun 2025 relatif tidak mengalami kendala berarti dan kini telah rampung. Meski demikian, pemanfaatan fasilitas air bersih ini secara keseluruhan masih sangat bergantung pada tuntasnya perbaikan jaringan tahap I.
“Kalau perbaikan pipa tahap I sudah selesai, air baru bisa mengalir sampai ke rumah-rumah warga,” ia menutaskan.
Sebagai informasi, proyek peningkatan jaringan pipa air minum Desa Sayambongin tahap I (2024) menelan anggaran sekitar Rp999,7 juta dan baru rampung mendekati Agustus 2025. Sedangkan proyek lanjutan tahap II (2025) yang dialokasikan sebesar Rp1,5 miliar juga sempat menyeberang tahun, tetapi saat ini pekerjaannya telah selesai sepenuhnya.
(*)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
