BANGGAIDAERAHNEWS

UPT Museum Sulteng Gelar Sosialisasi di Banggai, Narasumber: Museum Lembaga Non Formal Jendela Ilmu Pengetahuan

Kepala UPT Museum Sulteng saat memberikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Museum Sulteng di Sekolah Aliyah Alkhairaat Luwuk, Selasa (8/11/2022). (Foto: SOFYAN TAHA)

BANGGAINEWS.COM- Pasca melakukan survey koleksi koleksi Taman Budaya dan Museum seperti Situs Keraton Banggai, Makam Raja Mandapar di Kelurahan Lompio dan Makam Syekh Imam Syaban di Kabupaten Banggai Laut (Balut) pada Senin (7/11/2022).

Pada Selasa pagi (8/11/2022), UPT Museum Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan Sosialisasi Museum di Kabupaten Banggai tahun 2022 dengan mengunjungi Sekolah atau Madrasah Alkhairaat Luwuk, Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk.

Tim Museum Sulteng dipimpin langsung oleh Kepala UPT Museum Ahmad M Tandju, dan terdiri antara lain Enik Zoelfa dan lainnya. Serta Narasumber Drs RIM M.Hum, yang juga selaku Tenaga Analis Museum Sulteng.

Hadir pada kegiatan Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala UPT Museum Sulteng itu, Kepala Madrasah Aliyah Alkhairaat Luwuk Bahar Lamlanto, Para Staf Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banggai, jajaran UPT Museum Sulteng. Dan peserta puluhan santri Alkhairaat.

Kepala Sekolah (Kasek) Aliyah Alkhairaat Bahar Lamlanto mengatakan, kegiatan sosialisasi Ini tentu sangat penting untuk para siswa. Karena ada salah satu mata pelajaran berkaitan dengan itu. Dan nantinya kita akan diperkenalkan lebih jauh sekaitan dengan taman budaya dan kemuseuman di Sulteng.

BACA JUGA:   Jelang Hari Pahlawan 2022 Digelar Kerja Bakti Bersama Bersihkan TMP Kilo 8 Banggai

“Tidak semua sekolah berkesempatan mendapatkan materi taman budaya dan kemuseuman ini. Kita salah satu sekolah atau madrasah yang terpilih untuk mendapatkan materi. Sehingga, kita harus memberikan apresiasi terhadap UPT Museum Sulteng. Dan para siswa diharapkan dapat mengikuti dengan baik,” harap Kepsek Aliyah Alkhairaat tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Sulteng Ahmad M Tandju dalam sambutannya menyatakan, terima kasih atas sambutan dan apresiasi yang diberikan Kepsek Aliyah Alkhairaat Luwuk.

“Selanjutnya mari sama sama kita ikuti dengan baik materi yang akan disampaikan narasumber.
Kita sangat beruntung karena jam terbang narasumbernya, tidak saja bicara memberikan materi di Sulteng. Namun juga sudah sampai keluar daerah. Semoga akan memberikan tambahan ilmu pengetahuan sekaitan dengan kemuseuman Sulteng,” terangnya sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi itu.

BACA JUGA:   Buka Bimtek SMKK Tahun 2022, Pemkab Banggai Komitmen Penerapan K4 Pada Pekerjaan Konstruksi

Narasumber Drs RIM M.Hum dalam materinya antara lain menyampaikan, bahwa museum sebagai lembaga non formal atau extra kurikuler. Museum sering disebut pula sebagai jendela ilmu pengetahuan.

Saat ini di museum kita Provinsi Sulteng ada terdapat benda koleksinya sekira 700 lebih, dan terdiri dari sekira 10 jenis koleksi.

Dari keseluruhan, sambungnya, ada dua benda koleksi kita yang mendunia. Pertama, kulit kayu yang sampai saat ini masih terus diproduksi sebagai warisan dari leluhur kita.

Dan kedua, Taman Megalit berupa Patung yang berdiri sejak 500-700 tahun sebelum Masehi.

“Harapan kami mudah mudahan melalui sosialisasi ini, kita memperoleh tambahan ilmu pengetahuan tentang budaya, sejarah, dan kemuseuman. Semoga adik adik dapat mengetahui dan ke depan dapat berkunjung langsung ke Museum Sulteng,” harap Narasumber RIM.

Intinya, UPT Museum Provinsi Sulteng memperkenalkan 10 jenis koleksi yang dimiliki untuk disebar luaskan Informasinya, dengan slogan “Museum di Hatiku” yang menempatkan museum sebagai sarana Edukasi Budaya untuk mengumpulkan, merawat, memperbaiki juga melestarikan peninggalan sejarah Sulteng.

BACA JUGA:   Sekretariat DPRD dan Komunitas BSL Gelar Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Baitul Aziz Karaton Banggai

Selain itu, sambungnya, jika selama ini persepsi yang terbentuk bahwa museum merupakan tempat angker atau tempat mengerikan.

Persepsi itu yang ingin kita ubah melalui kegiatan sosialisasi ini. Bahwa sesungguhnya museum sebagai lembaga penyimpanan, pelestarian benda cagar budaya. Dan pada sekira tahun 1978 museum Provinsi Sulteng ditetapkan sebagai lembaga tetap dan resmi yang berada di bawah UNESCO.

“Siswa Sulteng yang mengikuti lomba Cerdas Cermat Tingkat Nasional dengan tiga kelompok soal. Yaitu sejarah, kebudayaan dan kemuseuman. Alhamdulillah sudah tiga kali juara dan meraih penghargaan langsung dari Kementerian Pendidikan RI,” tutupnya.

(SOF)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News