Dugaan Penggelapan Dana di Siuna, DPMD Panggil Oknum Aparat Desa

BANGGAINEWS.COM- Dugaan penggelapan dana royalti untuk desa dari perusahaan tambang nikel PT Penta Dharma Karsa (PDK) yang berinvestasi di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana yang berdasarkan bukti transfer rekening, telah direalisasikan melalui oknum aparatur pemerintah desa namun hingga kini tak jelas fisik uangnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai melalui instansi teknis, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang juga menerima tembusan surat aduan perwakilan warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Telah melayangkan surat panggilan menghadap kepada oknum aparatur pemerintah desa setempat, Rabu besok (29/7/2020).

“Besok oknum dipanggil menghadap ke kantor DPMD,” ungkap Kepala Seksi Administrasi dan Sistem Informasi Desa, Adrianto saat berpapasan di kantor Inspektorat Daerah, Selasa siang tadi.

Sementara saat disinggung, lantas bagaimana dengan hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Kabupaten Banggai? Kata dia, pihaknya tak mengetahui persis sudah sejauh mana proses pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat. Hanya saja, kabarnya sudah ditangani Inspektur Pembantu (Irban) V yang menangani Pengaduan Masyarakat dan Investigasi. Yaitu telaah informasi lanjutan untuk menentukan langkah kerja tim sebelum nanti turun melakukan audit dan investigasi lapangan.

Seperti diketahui, bantuan dari pihak ketiga mestinya dimasukkan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai pendapatan lain-lain yang sah. Sebab,  APBDes merupakan dasar pengelolaan keuangan desa seperti yang diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 perubahan atas Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Pendapatan APBDes ada beberapa macam, selain dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), dan bantuan pemerintah. Juga ada yang disebut pendapatan asli desa (PADes), dan pendapatan lain-lain yang sah.*SOF

Tinggalkan Komentar