BANGGAIDAERAHNEWS

Inovasi SIGAP BPBD Banggai Raih Juara I Lomba Inovasi Daerah, Begini Tindak Lanjut Status HAKI Menurut Kepala BRIDA

Bupati Amirudin bersama Wabup serta Kepala BRIDA saat penyerahan piagam penghargaan dan hadiah pada upacara HUT RI di Kabupaten Banggai beberapa waktu lalu. (Foto: ISTIMEWA)

BANGGAINEWS.COM– Inovasi Sistem Informasi Gerak Cepat Penanggulangan Bencana (SIGAP) yang dikembangkan oleh Nurahmatia Samali, aparatur sipil negara (ASN) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, berhasil meraih juara pertama dalam lomba inovasi daerah yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian dalam pengembangan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana.

Kepala dan Sekretaris BPBD Banggai (Foto: ISTIMEWA)

Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian itu, Nurahmatia menerima piagam penghargaan dan hadiah uang tunai yang diserahkan langsung oleh Bupati Banggai, Amirudin, pada momentum upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Informasi mengenai prestasi tersebut disampaikan Kepala BPBD Banggai, Rifai Mahiwa bersama Sekretaris Badan (Sekban), Nurlaela Abdullah. Dan dibenarkan oleh Nurahmatia Samali saat berpapasan di Mess Pemda Kabupaten Banggai, Kawasan Tanah Tinggi, Senen, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

BACA JUGA:   Polisi Tangani Kecelakaan Tronton Vs Motor di Nambo Banggai, Mahasiswa Asal Morut Patah Kaki

Di mana saat itu mereka tengah bersiap-bersiap melaksanakan tugas merapat ke Kementerian/Lembaga di Jakarta guna berkonsultasi, sekaligus mengajukan permohonan bantuan alat semprot untuk penanggulangan bencana.

Termasuk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banggai yang kerap terjadi hampir setiap tahun pada musim kemarau panjang seperti saat ini.

Meski telah meraih penghargaan tingkat daerah, inovasi SIGAP tersebut masih memiliki pekerjaan lanjutan, yakni pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) ke Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI), tepatnya di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Nurahmatia mengungkapkan, bahwa inovasi yang dikembangkannya itu hingga kini belum didaftarkan HAKI nya.

BACA JUGA:   Dua Komisioner Dewan Pers Sambut Hangat Audiensi dan Silaturahmi Perwakilan Paguyuban Wartawan Banggai, Berikut Harapan Bersama ke Depannya!

Kondisi ini menjadi perhatian, agar inovasi yang telah memperoleh pengakuan dalam lomba tersebut dapat ditindaklanjuti melalui proses administrasi, dan perlindungan kekayaan intelektual sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BRIDA Banggai, Andi Nursyamsy menyarankan agar Nurahmatia selaku pemenang segera memasukkan proposal inovasi SIGAP.

Proposal tersebut diperlukan, agar inovasi itu dapat diproses untuk diusulkan menjadi inovasi daerah ke Kemenkum RI.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan dan pemanfaatan inovasi SIGAP secara lebih terarah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, terutama apabila sistem tersebut memiliki manfaat dalam mendukung penanganan kebencanaan.

Keberadaan inovasi di sektor penanggulangan bencana menjadi penting karena informasi yang cepat, dan tepat dapat mendukung koordinasi, serta pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

BACA JUGA:   Lewat Program CSR, PT PAU Bina Kelompok Tani Jere Karamat di Kintom

Namun manfaat SIGAP secara konkret perlu dijelaskan melalui data mengenai cara kerja sistem, fitur yang tersedia, serta penerapannya dalam mendukung tugas BPBD.

Dengan raihan juara pertama dalam lomba inovasi daerah, SIGAP telah memperoleh pengakuan di tingkat Kabupaten Banggai.

Tahap berikutnya adalah memastikan kelengkapan administrasi, pengusulan sebagai inovasi daerah, serta penanganan pendaftaran HAKI agar status dan keberlanjutan pengembangannya semakin jelas.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News