Kabag Hukum: Indikasi Korupsi di PDAM Luwuk, Kita Beri Kesempatan Inspektorat Mengaudit Secara Tuntas

BANGGAINEWS.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Kepala Bagian Hukum Setdakab Banggai, turut mendukung apa menjadi tuntutan elemen mahasiswa yang tergabung dalam wadah Aliansi Mahasiswa Kabupaten Banggai (AMKB) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana penyertaan modal ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwuk.

Hanya saja, sambungnya, berdasarkan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Bahwa ada informasi yang bisa dikonsumsi publik, dan ada informasi-informasi yang tidak dapat dikonsumsi publik ‘menunggu setelah ada ketentuan-ketentuan’.

Hal ini diungkapkan Kabag Hukum Farid Hasbullah yang ditemui BANGGAINEWS.COM di ruang kerjanya, Rabu siang (15/9/2021) kemarin.

Terkait dengan adanya indikasi tersebut, ia menambahkan, maka kita harus memberikan kesempatan kepada teman-teman Inspektorat untuk mengaudit secara tuntas.

Kalau kemudian hasil audit sudah tuntas lantas sudah disampaikan secara berjenjang kepada pihak, dalam hal ini kepada atasan untuk meminta supaya dilakukan audit. Dan kita selaku aparat pengawasan tentunya akan melaporkan secara tertulis.

“Nah di saat itulah, setelah itu diterima sebagai laporan audit maka masyarakat bisa mengkonsumsi informasi itu. Nah tahapan ini, belum sampai pada tahap itu,” terang Kabag Farid yang merupakan pejabat Eselon III yang sangat senior itu.

Sehingga kita, masih kata dia, dalam artian kita tidak memberikan informasi ini secara transparan kepada masyarakat. Bukan seperti itu. “Tapi memang karena standar yang kita berlakukan belum sampai kesitu. Itu tu, permasalahannya disitu. Terkait ada indikasi penyimpangan di perusahaan daerah, saya kira itu masalah-masalah prosedural administrasi,” terangnya lagi.

Artinya, ia menambahkan, dari sisi pelaksanaan sudah dilaksanakan. Akan tetapi, dari sisi pertanggungjawaban yang belum berkesesuaian. Sehingga, itulah yang kemudian dilakukan pembinaan terus menerus.

“Dan kami yakin mungkin, ini kan kita belum melihat jauh sampai kesana toh. Kita melihat bahwa memang sudah dilaksanakan sesuai tapi memang dari sisi pertanggungjawaban yang belum. Itu saja kuncinya,” tutup Kabag Farid yang merupakan salah satu pejabat putra asli Kecamatan Batui itu.

(SOF)

Tinggalkan Komentar