KPU Banggai: Cair Total 5 M, Habis Terpakai 1 M

BANGGAINEWS.COM- Penundaan empat tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Bupati dan Wakil Bupati Banggai) tahun 2020 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai yang sudah menerima pencairan anggaran dana hibah total senilai Rp 5 miliar. Masing-masing pada tahun anggaran 2019 kemarin senilai Rp 800 juta. Dan pada tahun anggaran 2020 senilai Rp 5 miliar. 

Bendahara KPU Banggai, Nurvida saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan, bahwa dari senilai Rp 800 juta yang dicairkan pada akhir tahun anggaran 2019 kemarin. Yang telah habis terpakai sekira Rp 500 juta lebih. Dan tersisa masih sekira Rp 200 juta lebih.

Kemudian pada tahap pertama pencairan tahun anggaran 2020 ini yang sebenarnya jika mengacu pada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sambungnya, akan dicairkan senilai Rp 19 miliar lebih. Hanya saja, saat itu yang baru bisa dicairkan senilai Rp 5 miliar.

Dan saat beberapa item kegiatan tahapan Pilkada sudah dilaksanakan, dan juga ada yang sementara akan dilaksanakan. Tiba-tiba keluar putusan penundaan empat tahapan Pilkada. Salah satunya pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Sehingga, kata dia, saat itu pihaknya hanya menyelesaikan sisa-sisa hutang item kegiatan yang sudah dilaksanakan namun belum sempat dibayarkan sesuai pedoman dari KPU RI. Seperti pembayaran honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Banggai yang saat itu selain telah selesai dilantik, juga memang sudah mulai melaksanakan tugas di setiap kecamatan masing-masing.

“Kalau seingat saya berdasarkan pembukuan sampai dengan tanggal 25 April 2020 kemarin, total sekira Rp 1 miliar dana yang telah habis terpakai. Terakhir antara lain dipakai untuk membayarkan honor PPK. Dan dari total sejumlah Rp 5 miliar, sudah termasuk dana yang tahun anggaran 2019 kemarin senilai Rp 800 juta. Dimana sisa dari habis terpakai senilai Rp 200 juta lebih. Maka sisa totalnya sekira Rp 4 miliar yang kami kembalikan ke kas daerah,” kata Nurvida melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin malam tadi.

Saat disinggung apakah sudah termasuk juga pembayaran item kegiatan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan media yang terhutang saat munculnya putusan penundaan empat tahapan, dan sudah diselesaikan? Ia mengakuinya meski tak menyebutkan berapa total nilainya.

Hanya saja, ia pun sempat mengungkapkan, jika total pagu dana hibah KPU Banggai untuk penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 senilai Rp 50 miliar. Pencairannya berdasarkan persentase, dan dibagi dalam beberapa tahap.

Sebelumnya, Asisten III Sekkab Banggai, Ramlin Hanis menyatakan, dengan ditundanya pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Bupati dan Wakil Bupati Banggai) tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19, sisa dana hibah yang belum terpakai oleh lembaga penyelenggara pemilihan kini telah diparkir pada Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Banggai. “Dana untuk pelaksanaan Pilkada yang belum terpakai, kini dananya sudah tak bisa lagi dicairkan karena telah ditunda. Namun, dananya tetap siap di Kas Daerah. Dan kita masih menunggu Perppu nya diterbitkan seperti apa petunjuk selanjutnya,” ujarnya kepada awak media ini beberapa waktu lalu.

Hanya saja, saat ditanya berapa total dana untuk pelaksanaan Pilkada yang belum terpakai baik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai? Ia menyatakan, bahwa tidak mengetahui persis jumlah nilainya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banggai, Marsidin Ribangka yang dikonfirmasi terkait hal itu menyatakan, bahwa dari total pagu Dana Hibah untuk Pilkada senilai Rp 80 miliar. Sampai saat ini yang telah terpakai baru sekira Rp 8 miliar. “Dari total pagu Dana Hibah untuk Pilkada senilai Rp 80-an miliar, telah terpakai baru sekira Rp 8 miliar. Sehingga yang belum terpakai itulah sisanya. Dan masih ada tetap di Kas Daerah,” terangnya singkat saat itu.*SOF

Tinggalkan Komentar