Perikanan Wilayah Lingkar Kepala Burung Banggai Sulteng Ditangkap Pajala dan Diduga Diklaim sebagai Hasil Daerah Gorontalo

BANGGAINEWS.COM- Potensi hasil perikanan tangkap di wilayah lingkar kepala burung Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga telah diklaim menjadi hasil kelautan dan perikanan daerah tetangga Gorontalo.
Pasalnya di tengah melimpahnya hasil tangkapan nelayan saat musim ikan berlangsung, muncul fenomena yang dinilai merugikan daerah.
Yaitu aktivitas kapal pajala dari luar daerah yang melakukan penangkapan di rumpon milik nelayan lokal baik di Kecamatan Balantak maupun Kecamatan Bualemo. Sementara hasil tangkapan tersebut kemudian disebut berasal dari Gorontalo.
Aktivitas pembongkaran ikan sebagiannya berlangsung di sejumlah tempat yang diduga tidak resmi. Di antaranya di Desa Luok dan Desa Kampangar.
Dalam beberapa hari terakhir, volume hasil tangkapan meningkat seiring masuknya musim gelap yang dikenal sebagai periode produktif bagi nelayan penangkap ikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini dari Ridwan, seorang warga kecamatan setempat menyatakan, sebagian besar rumpon yang menjadi titik berkumpulnya ikan di perairan tersebut merupakan milik nelayan Kecamatan Balantak.
Rumpon-rumpon itu dipasang di laut lepas dengan jarak sekitar 30 mil dari garis pantai, dan menjadi penopang utama aktivitas perikanan masyarakat setempat.
Namun di tengah tingginya produktivitas perikanan, kapal-kapal pajala asal Gorontalo disebut hanya berperan menyediakan jasa melakukan proses pelingkaran atau penangkapan di sekitar rumpon milik nelayan kecamatan setempat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengakuan asal hasil tangkapan yang kemudian dibawa keluar daerah.
“Tadi malam proses pembongkaran ikan bahkan berlangsung sampai pagi hari. Saat ini memang sedang banyak ikan, karena memasuki musim gelap,” ujarnya pada Kamis (11/06/2026).
Menurut sejumlah nelayan, keberadaan kapal pajala luar daerah sebenarnya tidak menjadi persoalan selama aktivitasnya mengikuti aturan, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Namun mereka berharap kontribusi terhadap nelayan Banggai sebagai pemilik rumpon, dan penyedia wilayah tangkap juga menerima keuntungan besar dan pengakuan yang layak.
Fenomena ini dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) dan instansi terkait, mengingat sektor perikanan merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Banggai.
Selain menyangkut tata kelola sumber daya laut, persoalan tersebut juga berkaitan dengan identitas dan nilai ekonomi hasil perikanan yang selama ini dihasilkan dari perairan Banggai.
Dengan melimpahnya hasil tangkapan pada musim ini, masyarakat berharap potensi perikanan Banggai tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha dari luar daerah.
Akan tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal, serta memperkuat posisi Banggai sebagai salah satu daerah penghasil ikan unggulan di kawasan timur Indonesia.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
