BANGGAIDAERAHNEWS

Puluhan hingga Ratusan Warga dan Petani Toili Banggai Gelar Aksi, Soroti Konflik Agraria dengan PT KLS

Aksi saat berlangsung, Selasa (02/06/2026). (Foto: ISTIMEWA)

BANGGAINEWS.COM- Konflik agraria yang berkepanjangan antara masyarakat dan PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) sebagai koorporasi yang bergerak dalam sektor perkebunan sawit di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali menjadi sorotan.

Merasa belum mendapatkan kepastian penyelesaian atas berbagai persoalan yang terjadi, puluhan bahkan mencapai ratusan warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Suku Taa Singkoyo dan Serikat Petani Toili di antaranya menggelar aksi damai pada Selasa (Hari Ini, red).

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menilai konflik lahan, antara warga dan perusahaan hingga kini belum menemukan titik terang.

Kondisi itu disebut telah memicu berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, dan mendorong warga untuk terus memperjuangkan hak-haknya melalui jalur konstitusional.

Dari informasi yang diperoleh awak media, Selasa siang ini. Koordinator Lapangan (Korlap), Sumardi dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Kapolres Banggai melalui Polsek Toili menyatakan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menyuarakan tuntutan keadilan terkait sengketa agraria yang selama ini berlangsung.

BACA JUGA:   Pemkab Banggai Gelar Upacara Harlah Pancasila 2026, Perkuat Semangat Persatuan dan Perdamaian

Aksi damai ini merupakan bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Berdasarkan surat yang disampaikan kepada pihak kepolisian, aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 200 orang dengan titik kegiatan berada di kawasan Desa Mulyoharjo atau Unit 2, tepatnya di Tugu Perempatan Pasar Unit 2, Kecamatan Toili.

Dalam pelaksanaannya, peserta aksi akan menggunakan berbagai perlengkapan pendukung seperti perangkat pengeras suara, kendaraan roda dua dan roda empat, serta spanduk dan poster yang berisi tuntutan dan aspirasi masyarakat.

BACA JUGA:   50 Personel Polres Banggai Amankan Ibadah Waisak 2570 BE

Rencana aksi ini menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang konflik agraria yang melibatkan masyarakat dengan PT KLS.

Warga berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, Aparat Penegak Hukum (APH) dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, serta pihak terkait dapat memberikan perhatian serius, guna menghadirkan penyelesaian yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kapolsek Toili, IPTU I Putu Pratama Yoga, S.Tr.K yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp menyatakan, bahwa benar adanya aksi tersebut.

Namun sudah selesai di mana massa aksi sudah langsung membubarkan diri.

“Tanggapan saya terkait aksi tersebut, pada dasarnya kami hanya melaksanakan tugas pengamanan. Sementara yang menangani tuntutan massa aksi, sudah ada pemerintah melalui instansi teknis terkait,” terangnya.

BACA JUGA:   Pelaku Pencurian Barang Material Proyek di Banggai Diringkus Polisi

Sempat ditanya terkait seperti apa situasi dan kondisi di lapangan, menurutnya, secara umum kondusif.

Titik pemusatan aksi sekitaran lampu merah Tugu Perempatan Pasar Unit 2, Kecamatan Toili Jaya. Sempat massa aksi menggunakan badan jalan umum, namun berhasil ditertibkan.

Adapun yang menerima massa aksi, ia pun menambahkan, yakni Pemerintah Kecamatan (Pemcam) setempat.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News