Truk Perusahaan Sarat Muatan Sawit Ditengarai Jadi Pemicu Rusak Parahnya Jalan Kabupaten Siuna-Matanyo Banggai

BANGGAINEWS.COM- Kondisi Jalan Kabupaten ruas Siuna–Matanyo, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kian memprihatinkan.
Kerusakan parah yang terjadi di sejumlah titik ruas jalan kabupaten, diduga kuat dipicu oleh aktivitas kendaraan jenis truk perusahaan pengangkut kelapa sawit dengan muatan berlebih yang kerap melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang besar, permukaan aspal terkelupas, hingga genangan lumpur saat hujan turun.
Kerusakan itu tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum tersebut, tetapi juga membahayakan keselamatan yang melintas. Terutama pengendara roda dua.
Warga sekitar mengaku kondisi jalan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya intensitas kendaraan yang melintasi jalan umum itu.
Di mana jalan tersebut memang merupakan akses jalan alternatif selain harus melalui Lumba-lumba Lenyek-Salodik, untuk menuju Luwuk atau bahkan ke daerah dataran Toili.
“Dulu jalannya masih lumayan bagus. Khususnya belum lama ini usai diperbaiki instansi teknis Pemkab Banggai. Sekarang sudah rusak parah karena sering dilewati truk-truk pengangkut sawit yang muatannya sangat berat,” ungkap Utam, seorang pengguna jalan saat berpapasan dengan awak media ini, Minggu (17/05/2026) kemarin.
Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur, aktivitas kendaraan berat tersebut juga dikeluhkan karena kerap memicu debu tebal saat musim kemarau, dan kubangan lumpur di musim hujan.
Masyarakat sebagai pengguna jalan umum berharap, pihak-pihak berwenang segera turun tangan melakukan pengawasan. Bahkan lebih tegas dengan menindak kendaraan bertonase besar karena kerap mengakibatkan kerusakan jalan umum.
Juga meminta perusahaan terkait ikut bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Sebab jalan umum tersebut merupakan akses utama warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Selain itu diharapkan, ada pembatasan tonase muatan truk dan perbaikan jalan secara menyeluruh, agar kerusakan tidak semakin meluas.
Jika dibiarkan berlarut-larut kondisi itu dikhawatirkan akan semakin menyulitkan mobilitas masyarakat, dan menghambat roda perekonomian warga di wilayah Siuna pada khususnya.
(SOF)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News
