Infrastruktur Jalan Poh–Mayayap Bualemo Banggai Segera Ditingkatkan Mulai TA 2026

BANGGAINEWS.COM- Dorongan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilahirkan dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, dalam mendorong peningkatan infrastruktur jalan provinsi akhirnya mulai membuahkan hasil.
Salah satu ruas jalan yang akan segera ditingkatkan yakni ruas Desa Poh–Siuna Kecamatan Pagimana hingga Desa Mayayap Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai.

Infrastruktur jalan tersebut selama ini menjadi perhatian masyarakat karena kondisinya yang mengalami kerusakan parah.
Padahal khususnya Desa Siuna dikenal merupakan salah satu desa penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulteng dari sektor pertambangan minerba.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng akan mulai melaksanakan peningkatan jalan tersebut secara bertahap, dan berkelanjutan mulai Tahun Anggaran (TA) 2026 melalui skema kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC).
Paket pekerjaan itu tercatat dengan nama Rekonstruksi Jalan Ruas Poh – Siuna – Mayayap – Bualemo (MYC).
Proyek tersebut dibiayai melalui dana anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulteng.
Adapun nomor kontrak pekerjaan yakni 622/266/SP-DIS.BMPR dengan nilai kontrak sebesar Rp32.604.390.000. Pemenang tender sebagai pelaksana proyek PT Multi Indah Pratama dengan tanggal mulai pekerjaan pada 9 April 2026.
Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandy Adhiprabowo salah satunya yang sempat dikonfirmasi pada Rabu (Hari Ini, red). Sekali lagi, ia membenarkannya.
“Iya, saya salah satunya yang ikut mendorong untuk segera ditingkatkannya ruas jalan provinsi di wilayah Banggai Bersaudara,” katanya singkat kepada awak media ini melalui sambungan telepon WhatsApp pukul 11.31 WITA.
Peningkatan ruas jalan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi kawasan, serta menunjang mobilitas sektor pertambangan, dan distribusi hasil produksi masyarakat di wilayah Pagimana dan sekitarnya.
Masyarakat pun berharap proyek tersebut dapat segera dilaksanakan, dan sesuai kualitas yang direncanakan. Sehingga manfaatnya dapat segera juga dirasakan oleh warga sebagai pengguna jalan lingkar kepala burung pada umumnya.
(SOF)
