Warga Bualemo yang Meninggal di RS Ampana Terungkap Memang Sudah Lama Sakit

Warga Bualemo yang Meninggal di RS Ampana Terungkap Memang Sudah Lama Sakit

BANGGAINEWS.COM- Menyikapi pemberitaan salah satu media online, terkait adanya satu pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jenis kelamin perempuan (39) yang telah meninggal pagi tadi di Rumah Sakit Ampana. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una Una, Jafanet Alfari, dirujuk dari Puskesmas Wakai, Kecamatan Una Una, hanya berkunjung di Kebiti, adalah warga asal Bualemo, Kabupaten Banggai.

“Sudah dilakukan pemeriksaan tes fisik suhu tubuh melalui rapidtes hasilnya non reaktif, hasil periksa dokter Puskesmas Wakai sebelum di rujuk,” kata Jafanet Alfari seperti dikutip dari timurpost.com, May 17, 2020.

Sekretaris Desa (Sekdes) Lembah Tompotika, Edi Kusmayadi yang dikonfirmasi terkait hal itu menyatakan, informasi yang didapatkannya bahwa almarhuma sudah lama sakit sebelum wabah corona almarhuma sudah mengidap sakit batuk, muntah muntah. Jika sudah muntah muntah badan bengkak dan menguning. Dari keterangan petugas medis desa ups pernah diperiksa oleh petugas kesehatan keterangan kolestrol tinggi. Disarankan ke dokter untuk berobat lanjut tapi almarhuma belum pernah berobat atau memeriksa ke dokter.

“Alm dan suami kurang lbih seminggu yang lalu berangkat ke wakai dan kabar terakhir alm meninggal di ampana dan dimakamkan dan protokoler covid19. Sblm brangkat ke wakai alm tdak pernah berperjalann keluar daerah karna sakit yang didritanya. Jadi ksmpulan yang saya ambil bahwa alm sdah lma sakit dari sejak wabah corona belum masuk ke Indonesia,” katanya melalui pesan WhatsApp, Minggu malam tadi.

Namun, sambung Sekdes yang biasa dipanggil Edi, bahwa tadi dari petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap keluarga almarhuma dan mengumpulkan data tentang riwayat almarhum.

“Maksudnya keterangan petugas medis desa ups pernah diperiksa oleh petugas kesehatan keterangan kolestrol tinggi. Petugas medis me minta alm untuk memeriksa lbih lanjut ke dokter namun saran pihak medis tdak di indahkan.. alm memilih berobat alternatif. Kalau riwayat perjalanan. alm tidak pernah keluar daerah sebelum berangkat ke wakai,” terangnya kepada awak media ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bualemo, Betty Labongkeng yang juga sempat dikonfirmasi hanya menyatakan, kalau terkait berita tersebut dirinya juga sudah membacanya.

“Klu berita diatas sy sdh baca dan disitu dikatakan pemeriksaan rapid tesnya non reaktif atau negatif. Selanjutnya sy blum tahu perkembangannya.,” demikian tutupnya.*SOF

Tinggalkan Komentar