BANGGAIDAERAHNEWS

Kemarin, Gubernur Anwar Telah Lakukan Kunjungan Lewat Siuna Pagimana Langsung Mayayap Bualemo Banggai

Tangkapan gambar saat mobil rombongan Gubernur Sulteng melalui Desa Siuna, Rabu (04/11/2026)

BANGGAINEWS.COM- Kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang awalnya direncanakan Kamis (Hari Ini, red), ternyata dipercepat sehari dan telah dilaksanakan pada Rabu (04/11/2026) kemarin.

Dari unggahan warga di media sosial Facebook (FB) yang diperoleh awak media ini menyebutkan, rombongan Gubernur Sulteng Anwar Hafid menggunakan ruas jalan provinsi melalui Desa Siuna, Kecamatan Pagimana yang menjadi desa tempat berinvestasinya PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI).

Hanya saja, Gubernur dan rombongannya tidak menyempatkan mampir ke desa tersebut. Melainkan hanya lewat, dan langsung ke Desa Mayayap guna menemui langsung warga dua desa.

Masing-masing Desa Mayayap, dan Desa Sumber Wangi, Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai yang lahan pertaniannya diduga terkena dampak aktivitas tambang nikel perusahaan tersebut.

Padahal, seperti diberitakan sebelumnya, kunjungan diharapkan tidak hanya terfokus pada persoalan dugaan dampak limbah nikel.

Akan tetapi juga menjadi momentum untuk meninjau seluruh aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Harapan itu muncul dari warga yang menginginkan berbagai persoalan terkait aktivitas investasi, dan pengelolaan lingkungan di Desa Siuna mendapat perhatian serius pemerintah provinsi (Pemprov).

BACA JUGA:   Jelang Kunker Gubernur Sulteng ke Siuna Banggai, Warga Minta Seluruh Perusahaan Ditinjau dari IMNI hingga Perkebunan Sawit KLS

Bahkan diharapkan kunjungan orang nomor satu di Sulteng tersebut dapat menghasilkan langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan yang ditemukan di lapangan nantinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANGGAINEWS.COM, salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rencana kunjungan tersebut adalah meninjau persoalan dugaan dampak limbah nikel dari aktivitas PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI) yang beraktivitas di Desa Siuna, diduga telah berdampak terhadap sejumlah desa di Kecamatan Bualemo.

Namun demikian, seorang warga yang merupakan mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Siuna yang kini memilih bekerja serabutan di Kota Luwuk, merasa terpanggil untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan lainnya.

Ia berharap, kesempatan kunjungan Gubernur Anwar Hafid ke Siuna dapat dimanfaatkan untuk melihat secara langsung seluruh aktivitas perusahaan, termasuk perusahaan yang bergerak di sektor usaha selain pertambangan.

Menurutnya, persoalan yang perlu mendapat perhatian antara lain aktivitas tambak udang vaname yang diduga telah menyebabkan pembabatan kawasan hutan mangrove.

BACA JUGA:   Banggai Raih Peringkat 1 Nasional IPKD Baik yang Ditetapkan Kemendagri, Kalahkan 45 Kabupaten Berkemampuan Fiskal Rendah

Selain itu, ia juga berharap Gubernur meninjau aktivitas perkebunan kelapa sawit PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS), menyusul adanya dugaan penyerobotan lahan milik warga.

Salah satu lokasi yang diminta mendapat perhatian adalah lahan II milik warga di Dusun III, Desa Siuna, yang mayoritas penghuninya merupakan masyarakat Suku Bali.

Tidak hanya persoalan lahan warga, dugaan penyerobotan kawasan hutan negara Republik Indonesia (RI) oleh perusahaan perkebunan tersebut. Juga menjadi hal yang perlu diklarifikasi, dan ditelusuri lebih lanjut oleh instansi berwenang.

Ia menilai, seluruh aktivitas perusahaan di wilayah Siuna perlu mendapatkan pengawasan yang sama, baik dari aspek perizinan, penguasaan lahan, perlindungan lingkungan hidup maupun dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Terlebih hasil produksi dari masing-masing sektor usaha tersebut, diduga menjadi komoditas yang dipasarkan hingga ke luar negeri.

Oleh karena itu, menurutnya, aktivitas investasi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan hukum serta perlindungan hak-hak masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

BACA JUGA:   Ini Sembilan Nama dan Media Masing-masing Susunan PC JMSI Banggai yang Dilantik PD Sulteng

Momentum Evaluasi Seluruh Investasi

Kunjungan Gubernur Sulteng ke Siuna diharapkan tidak sekadar menjadi agenda peninjauan, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan dan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.

Masyarakat tentu berharap pemerintah tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lapangan, memanggil pihak-pihak terkait, serta memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dengan demikian, kunjungan Gubernur Anwar Hafid pada 5 November 2026 diharapkan membawa hasil nyata bagi masyarakat Siuna yang desanya menjadi titik lokasi beroperasinya perusahaan.

Khususnya dalam menjamin kepastian hak atas tanah, perlindungan lingkungan hidup, serta terciptanya investasi yang bertanggung jawab dan tidak merugikan warga setempat.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Banggai News