Monev Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengukur Tingkat Keberhasilan

LUWUK-BN. Untuk mengukur tingkat keberhasilan yang telah diraih dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, maka monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala dan rutin penting dilakukan. Sehingga Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dibawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksanan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menggelar kegiatan Monev, dengan menghadirkan kelompok masyarakat binaan penerima manfaat program yang telah dijalankan sejak tahun 2014 secara bertahap di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali Utara.

Selama dua hari, mulai dari Senin sampai dengan Selasa (9-10/12/2019) sebanyak 45 orang peserta monev, yang merupakan perwakilan dari 8 kelompok herbal, 4 kelompok nelayan, 2 kelompok padi organik, 3 rumah pemberdayaan ibu dan anak, serta dua kelompok usaha muda, saling berbagi pengalaman, untuk memajukan usaha kelompok yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan bersama.

“Kegiatan ini merupakan pertama kali dilaksanakan. Kedepan kami akan menjadwalkan monev ini secara rutin, selain sebagai wadah untuk menjalin tali silaturahmi, bertukar pengalaman, dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi anatar masyarakat, pemerintah, perusahaan, juga bertujuan untuk mentransparansikan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan JOB Tomori,” ungkap Agus Sudaryanto, Relation, Security & ComDev Manager JOB Tomori.

Suatu saat nanti sambung dia, bilamana JOB Tomori sudah tidak beroperasi, maka diharapkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan selama ini mampu memandirikan dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya.

Pemda Banggai, jelas Bupati Banggai dalam sambutan tertulis yang disampaikan Staft Ahli Bupati Banggai, Hasanudin Idris, menyambut baik terhadap program pemberdayaan yang dilaksanakan JOB Tomori, yang sasaran penerima manfaatnya adalah masyarakat yang bermukim di pedesaan, sebagai satu kesatuan wilayah Kabupaten Banggai, sehingga memiliki wawasan inovatif dan kreatif memanfaatkan potensi yang dimiliki menjadi bernilai tambah secara ekonomi.

“Masyarakat pedesaan masih memiliki semangat gotong royong dan memiliki kehidupan hakiki yang masih sangat kuat, sehingga membangun desa, pada prinsipnya adalah sedang membangun pondasi bangsa guna mewujudkan cita-cita pembangunan nasional serta daerah, untuk itu singkronisasi antara program pemerintah dan perusahaan mutlah dibutuhkan,” paparnya.

Dikesempatan monev tersebut, seluruh perwakilan kelompok penerima manfaat, diberikan kesempatan untuk memaparkan tingkat perkembangan yang mereka lalui. Diawali dengan kegigihan Bank Sampah Unit (BSU) Montolutusan Desa Paisubololi, yang di koordinir langsung Ibu Indri dengan sukarela mengolah sampah hingga menghasilkan pendapatan bagi warga hingga jutaan rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kelompok nelayan oleh Ketua Kelompok Nelayan Usaha Mandiri Desa Sinorang, Rahmat R. Itom, yang terus bertahan dengan memperbanyak jenis usaha nelayan, mulai dari memancing, memasang rumpon, sampai menangkap ikan menggunakan jaring.

Kisah inspiratif berikutnya datang dari Komunitas Herbalis Batui Selatan (Kalis Batan), disampaikan Ibu Santi, yang menceritakan kisah mereka tersentuh program pemberdayaan untuk menghasilkan berbagai jenis obat-obatan dari tumbu-tumbuhan berbekal pelatihan yang diberikan hingga mengubah pola hidup hidup ibu-ibu rumah tangga yang awalnya banyak waktu terbuang melakukan aktifitas tidak produktif hingga mampu membantu suami menopang ekonmi keluarga.

Begitu pula usaha kisah bangkit dari kegagalan berusaha oleh kelompok pemuda yang menjalankan usaha pengolahan batok kelapa menjadi berbagai barang kerajinan menarik di desa Sinorang dan usaha peternakan ayam kampung super di Desa Moilong. Dilanjutkan pemaparan dari kelompok tani Padi Organik dan diakhiri penyampaian pelaksanaan program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak Sinorang-Paisubololi (RPIA Siboli) yang melaksanakan 3 program unggulan.
Yaitu pemberian nutrisi anak, literasi, dan gerakan ayo menabung bagi anak-anak dan ibu-ibu rumah tangga dimana sampai dengan saat ini nilai total tabungan mencapai seratur juta lebih.

Turut hadir saat pemaparan kelompok binaan ini, antara lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Banggai, Moh Safari Yunus, Kepala Dinas Pertanian Usman Suni, Kepala Dinas Pariwisata Kab Banggai, Kepala Dinas BP4K, Kepala BPMD Kab Banggai, Camat Batui Selatan, Drs. Muchsin Darussalam, Camat Moilong Hariadi Bola, kepala desa diwilayah Kecamatan Batui Selatan dan Kecamatan Moilong.

Secara umum, kendala yang dihadapi kelompok penerima manfaat tersebut adalah lemahnya dalam pemasaran produk yang di hasilkan, sehigganya dalam rangkaian kegiatan Monev kali ini, juga dilaksanakan pelatihan Digital Marketing, yang mencakup cara membuat kemasan produk yang menarik minat konsumen, teknik pemasaran memanfaatkan media sosial yang disampaikan Delli Gunarsa, salah seorang ahli marketing handal di Indonesia. (***)

Tinggalkan Komentar