Bupati Herwin: Investasi untuk Rakyat, Jangan Ditolak

BANGGAINEWS.COM- Bupati Banggai, Herwin Yatim, membuka pintu seluas-luasnya kepada para investor yang akan menanam modal di Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.

Upaya ini dilakukan Bupati Herwin untuk menggerakkan ekonomi warga, yang banyak terkena dampak pandemi Covid-19. Termasuk masuknya perusahaan pelayaran PT SPIL di kota ini.

“Bagi kami pemerintah, semakin banyak yang masuk berinvestasi dan menanamkan usahanya, berarti daerah ini sehat sekali perekonomiannya. Kenapa, karena investor pasti sudah melihat banyak aspek di daerah itu. Sehat ekonominya, kantibmasnya terjamin, kepastian hukumnya ada, hal–hal seperti itu yang membuat investor tertarik,” tutur Bupati Herwin Yatim, saat ditemui di rumah jabatan Kamis (15/10).

Sejauh ini banyak investasi sudah masuk ke wilayah Luwuk. Seperti di sektor energi, terdapat proyek Donggi Senoro LNG (DSLNG). Proyek ini termasuk salah satu bagian dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sulawesi. Nilai investasi proyek ini mencapai USD 5,8 miliar.

Pemda Banggai di bawah kepemimpinan Herwin Yatim-Mustar Labolo, selalu berkomitmen untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan setiap potensi yang ada. Baik di sektor energi, pertanian, perkebunan, perikanan, wisata, dan belakangan sektor logistik.

Olehnya, ia mengaku kaget ketika mengetahui masuknya investasi di sektor logistik itu dilarang. “Saya dengar ada yang larang, saat itu saya masih di Makassar. Kalau KUPP larang, dasarnya apa. Pemerintah semestinya mengayomi. Investasi mau masuk lantas dilarang, tidak boleh, dasarnya apa,” tuturnya.

Ia menerangkan, memberikan kesempatan berusaha dan berinvestasi merupakan salah satu dari bagian Omnibus Law, karenanya hal itu perlu dipahami.

Ia mencontohkan, akses transportasi udara, masuknya banyak maskapai di daerah ini menguntungkan masyarakat Kabupaten Banggai. Begitu juga dengan Pelabuhan yang merupakan fasilitas umum, siapapun boleh menggunakan. “Misalnya, banyak maskapai penerbangan masuk, yang diuntungkan adalah rakyat. Bukan kartel, bukan kelompok. Saya selalu berpihak pada rakyat. Sebagai bagian dari pemerintah, saya harus selalu berpikir untuk rakyat. Sebab kalau sudah begitu dasar pemikirannya, maka semua kebijakan orientasinya kepada rakyat,” tuturnya.

Salah satu solusi dari permasalahan tingginya harga-harga kebutuhan yang dialami rakyat, adalah dengan membuka pintu investasi. Investor masuk dan berkompetisi, sehingga harga-harga barang turun.

“Saya welcome. Pihak–pihak yang menahan, saya minta supaya menyadari, jangan sampai kebablasan. Saat ini, Presiden bahkan sangat membuka peluang, apalagi saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan rakyat serba susah. Upaya–upaya untuk mengembangkan usaha perlu didukung,” tegasnya.

Investor Ditolak

Di tengah upaya Bupati Herwin meningkatkan investasi di Banggai, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Luwuk, Suleman Langge, justru menolak rencana masuknya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) di Banggai. Dalam suratnya tertanggal 14 Oktober 2020, Suleman menyebutkan tidak mengizinkan PT SPIL untuk melakukan kegiatan di Pelabuhan Luwuk dengan beberapa pertimbangan.

Di antaranya, selama masa pandemi Covid-19 terjadi penurunan volume kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Luwuk, ini tentunya berpengaruh pada persaingan usaha yang tidak sehat dengan perusahaan existing. Saat ini ada 3 perusahaan, yakni PT Mentari Mas Multimoda, PT Tanto Intim Line, dan Tol Laut. Sementara di Pelabuhan Tangkiang, ada Meratus Line.

“Dengan pertimbangan di atas, kami menyarankan SPIL melakukan kegiatan bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tangkiang, yang memiliki lahan penumpukan yang masih luas, dan hanya satu perusahaan yang beroperasi di pelabuhan tersebut,” kata Suleman dalam suratnya.

Investasi Harus Didukung

Bupati telah mendengar ada surat rekomendasi dari wakilnya, untuk itu ia akan berkoordinasi internal. “Saya nanti akan ganti, ubah itu, nanti saya ganti,” tegasnya.

Ketua Kadin Kabupaten Banggai ini menerangkan, alasan pandemi Covid-19 tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalang-halangi investasi. Meski tentu saja pandemi Covid-19 perlu disikapi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan. “Tetapi tidak lantas orang berusaha, dihalangi, tidak bisa seperti itu. Jangan investasi dipersulit. Nanti juga mereka melakukan usaha dengan standar-standar profesional,” tuturnya.

Ia mengatakan, masuknya investor di Kota Luwuk dan Kabupaten Banggai secara keseluruhan, karena dinilai sebagai daerah yang layak untuk investasi.

“Daerah kita dipilih, investor tidak mungkin akan masuk ke daerah yang tidak memiliki prospek dari sisi ekonomi. Investor berinvestasi pasti memilih daerah, dan Luwuk menjadi prioritas karena prospek ekonomi itu. Semua sumber daya dan risikonya, terus investor masuk kita bikin susah, tidak boleh seperti itu. Apalagi usaha jasa dan barang tidak ada kaitannya dengan Covid-19. Yang ada kaitannya dengan (Covid-19) itu yang mendatangkan orang-orang,” katanya.

Ia menegaskan, sangat merespon usaha investasi yang sifatnya baik dalam rangka membangun dan melancarkan perputaran ekonomi di daerah, dengan catatan memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ada.

“Banyak manfaat yang daerah dapatkan, tenaga kerja, lapangan usaha, persaingan usaha yang baik. Sehingga harus didukung, siapa pun yang masuk pemerintah mendukung penuh. Kami akan permudah, dari sisi perizinan,” tuturnya.*/TIM

Tinggalkan Komentar