Jumlah Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Kabupaten Banggai Beda, Data Laporan Diduga Main-Main?

BANGGAINEWS.COM- Meski angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Banggai yang pasca Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan serta perpanjangan PPKM Level IV, secara umum cenderung terus turun. Sehingga, patut diapresiasi dan juga suatu kesyukuran.

Hanya saja, jika membandingkan antara Update Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai per harinya dan informasi yang dihimpun dari akun media sosial Facebook (FB), terjadi perbedaan khususnya pada jumlah angka kasus yang meninggal. Sehingga, patut pula dipertanyakan.

Pasalnya, jika berdasarkan update laporan tim gugus tugas per tanggal 30 Agustus 2021 (kemarin-red). Kasus terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia 2 orang.

Sementara itu, jika berdasarkan informasi melalui akun FB salah satu tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, berjumlah 3 pasien.

“Ijin melapor Ibu Jenderal Pasukan khusus berjumlah 5 anggota melaksanakan Tugas Pemulasaraan 3 Jenazah Covid19 dari pagi sampai siang hari. Pantang pulang sebelum Tugas selesai. Tugas Tim Forensik selesai waktu nya balik kanan sambil menunggu info dan perintah selanjutnya. Laporan selesai,” kata status Nakes RSUD Luwuk di Akun FB nya, Senin malam (30/8/2021).

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) sesaat usai membagikan update Laporan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai per tanggal hari ini. Hingga berita ini ditayangkan pesan yang dikirim, belum berhasil tembus dan dibaca karena terlihat langsung tidak diaktifkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang juga merupakan Sekretaris Tim Gugus Tugas, dr Anang yang dikonfirmasi terkait data laporan dan informasi di akun FB salah satu Nakes, yang benar per hari ini yang meninggal berapa orang atau seperti apa tanggapannya!? Meski pesan yang dikirim telah masuk, terlihat dari tanda contreng dua berwarna hitam. Namun belum dibalas.

Demikian halnya Direktur RSUD Luwuk, dr Yusran yang juga telah berusaha dikonfirmasi terkait hal itu.

(SOF)

Tinggalkan Komentar